Datateks.id – Sebanyak 2000 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-52 Berdampak UIN Imam Bonjol Padang diterjunkan ke berbagai daerah di Sumatera Barat.
Mereka akan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat sekaligus menghasilkan data strategis yang bermanfaat untuk pembangunan daerah.
Program KKN 2026 ini mengusun tema An-Nahl Berdampak: Berdaya, Tangguh, dan Berbudaya. Selain menjalankan fungsi pengadian, mereka juga melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
Upaya itu sebagai bagian untuk menghadirkan program pemerintah daerah yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, bakal melepas 2000 mahasiswa KKN tersebut pada Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Kasus Penyegelan Gereja di Tangerang, Kementerian HAM Turun Pasang Badan
Kehadiran Menko ini merupakan momentum penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pemberdayaan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana KKN 52 Berdampak, Mufti Ulil Amri, mengatakan perancangan KKN 2026 tidak hanya menghadirkan program kerja di lapangan.
KKN 2026 harus menghasilkan informasi dan temuan yang menjadi dasar pengembangan program pembangunan masyarakat.
“Kami bahagia karena Menko Muhaimin Iskandar turut melepas mahasiswa KKN 2026 UIN IB Padang. Sebanyak 2000 mahasiswa bakal diterjunkan ke berbagai skema yang sudah disiapkan,” kata Ulil Amri.
Berdasarkan hasil pemetaan panitia, mahasiswa KKN bakal dikirim ke berbagai daerah di Sumatera Barat.
Di antara daerah yang terpilih itu adalah Padang, Padang Pariaman, Solok, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Pasaman, Tanah Datar, Agam, dan Payakumbuh.
Daerah-daerah tersebut bakal menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan dan potensi masyarakat secara langsung.
Baca Juga: Kanang Minta Kementerian Koperasi Awasi Ketat Program Koperasi Merah Putih
Ketua LP2M UIN IB Padang Wakidul Kohar menyebut seluruh persiapan teknis, administrasi, dan akademik sudah bisa memastikan pelaksanaan KKN berjalan optimal.
“Mahasiswa hadir membawa ilmu pengetahuan, inovasi, dan semangat pengabdian yang mendukung pembangunan masyarakat secara partisipatif,” ujarnya.
Rektor UIN IB Padang Martin Kustati menegaskan KKN berdampak menghadirkan paradigma baru dalam pelaksanaan pengabdian mahasiswa.
Menurutnya, setiap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi harus menghasilkan data evaluasi yang berguna untuk pengembangan program pembangunan masyarakat di masa mendatang.
“Inovasi KKN berdampak merupakan langkah baru dan memiliki makna lebih luas dari sekadar rutinitas pengabdian lapangan yang berulang setiap tahun. Kami mendorong mahasiswa menghasilkan karya, data, dan rekomendasi yang bermanfaat untuk masyarakat, kampus, dan negara,” ucapnya.
Dia menjelaskan, setiap peserta KKN akan membawa pulang data evaluasi dari lokasi pengabdian sebagai bahan kajian dan refleksi.
Data tersebut akan menggambarkan kondisi riil masyarakat sekaligus dasar penyusunan rekomendasi bagi berbagai pihak dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran.
“Setiap pelaksanaan KKN tidak hanya meninggalkan program kerja, tetapi menghasilkan data dan rekomendasi yang menjadi pijakan bagi pembangunan pemberdayaan secara berkelanjutan,” tutupnya.
Ada sejumlah skema yang diterapkan dalam KKN Berdampak UIN IB Padang.
Skema itu antara lain, KKN Nagari Mitra Berdampak, KKN Resiliensi dan Ketangguhan Masyarakat, KKN Domisili, KKN Internal Kampus, KKN Lingkungan Kampus, dan KKN Rekognisi.
Seluruh skema akan menghasilkan dampak terukur serta mendukung pembangunan masyarakat berbasis kebutuhan lapangan.
UIN IB Padang tidak hanya menghadirkan mahasiswa sebagai agen pengabdian, tetapi sebagai penghasil data dan rekomendasi strategis yang mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan di Sumbar.
