Datateks.id, Padang — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar) Arry Yuswandi kembali mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca ekstrem. Prediksi cuaca ekstrem diperpanjang hingga 29 November 2025.
Menurut Arry, pada prakiraan awal BMKG sebelumnya, potensi cuaca ekstrem diproyeksikan berlangsung hingga 27 November 2025. Namun, pembaruan data dari BMKG menunjukkan aktivitas cuaca ektrem masih berlanjut.
“Dinamika perkembangan terus kita pantau, dan dukungan data dari BMKG masuk secara konsisten. Ternyata, durasi cuaca ekstrem di Sumbar lebih panjang dari perkiraan semula. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas kebencanaan,” ujar Sekda Arry di Padang, dalam keterangan tertulis yang diterima datateks.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang 4 Kabupaten di Sumut, Renggut 8 Nyawa di Tapanuli Selatan
Untuk itu, Arry menegaskan pentingnya langkah antisipasi dari seluruh pihak. Termasuk kesadaran masyarakat mengikuti himbauan BMKG dan arahan petugas kebencanaan untuk meminimalkan risiko.
“Kami meminta masyarakat berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Ikuti imbauan BMKG dan arahan petugas di lapangan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” Arry menambahkan.
Bibit Siklon Tropis 95B
Sebelumnya, BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau telah merilis pembaruan informasi cuaca untuk berbagai wilayah di Sumbar. Dalam penjelasannya, BMKG menyebut keberadaan Bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka bagian timur perairan Aceh memicu pola pertemuan arus angin di wilayah Sumbar. Kondisi ini diperkuat oleh Indian Ocean Dipole (IOD) bernilai negatif yang meningkatkan suplai uap air serta kelambapan udara.
Gabungan faktor tersebut menciptakan atmosfer yang labil, memicu pertumbuhan awan hujan tebal dan luas. Serta, menyebabkan hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang yang terjadi dalam sepekan terakhir.
BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga 29 November 2025. Terutama berupa hujan lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang.
Berikut wilayah yang diprediksi akan terdampak. Di antaranya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang Panjang, Kota Pariaman, dan Kota Padang. (DTT/Ans)












