EKONOMIHEADLINE

Simak Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia 2025 versi Forbes

×

Simak Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia 2025 versi Forbes

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Orang Terkaya. (Sumber Foto: freepik.com)
Ilustrasi Orang Terkaya. (Sumber Foto: freepik.com)

Datateks.id, Jakarta — Majalah Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Pada tahun ini, Hartono bersaudara masih menduduki posisi orang terkaya nomor 1 di Indonesia. Harta kekayaan mereka tercatat mencapai USD 43,8 miliar di tahun ini.

Merujuk laman resmi Forbes yang datateks sitat pada Minggu (13/12/2025), daftar orang terkaya di Indonesia 2025 disusun berdasarkan data informasi, kepemilikan saham dan keuangan yang diperoleh dari keluarga dan individu, bursa saham, laporan tahunan, dan analis.

“Peringkat ini mencantumkan kekayaan individu dan keluarga, termasuk yang dibagi di antara kerabat. Perusahaan swasta dinilai berdasarkan perusahaan serupa yang diperdagangkan secara publik. Kekayaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar pada tanggal 21 November 2025, dan penyesuaian mungkin telah dilakukan untuk beberapa saham yang diperdagangkan tipis atau memiliki jumlah saham beredar yang rendah,” Forbes menjelaskan.

Baca Juga: Koleksi 31 Medali Emas, Indonesia Salip Vietnam di Peringkat Dua Klasemen Sementara SEA Games 2025 Thailand

R. Budi dan Michael Hartono

Berada di posisi teratas, kakak beradik R. Budi dan Michael Hartono. Posisi yang telah mereka pegang selama lebih dari satu dekade.

Meskipun kekayaan bersih gabungan mereka turun sebesar USD 6,5 miliar menjadi USD 43,8 miliar, yang merupakan penurunan kekayaan terbesar dalam nilai dolar tahun ini. Saham Bank Central Asia, aset terbesar mereka, turun 15 persen dari tahun lalu di tengah kekhawatiran investor tentang dampak ketidakpastian kebijakan moneter dan fiskal terhadap bank.

Prajogo Pangestu

Urutan kedua ditempati miliarder petrokimia dan energi Prajogo Pangestu. Ia mengumpulkan lebih dari USD 140 juta dari initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana Chandra Daya Investasi pada bulan Juli. Sebuah anak perusahaan infrastruktur dari perusahaan terdaftar Chandra Asri Pacific miliknya, mempertahankan posisi kedua setelah meningkatkan kekayaan bersihnya sebesar 23 persen menjadi USD 39,8 miliar.

Secara keseluruhan, kekayaan separuh dari mereka yang ada dalam daftar tersebut meningkat.

Keluarga Widjaja

Lonjakan terbesar dalam dolar, yakni USD 9,4 miliar dicatat keluarga Widjaja, yang naik satu peringkat ke posisi nomor 3 dengan kekayaan USD 28,3 miliar.

Saham perusahaan infrastruktur dan energi unggulan mereka, Dian Swastatika Sentosa, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu di tengah ekspansinya di bidang energi terbarukan. Pada bulan Juni, perusahaan tersebut membuka pabrik panel surya terbesar di Indonesia dengan kapasitas tahunan hingga 1 gigawatt dalam usaha patungan dengan PLN Indonesia Power Renewables milik negara dan Trina Solar dari Tiongkok.

Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara yang tahun lalu berada di peringkat ketiga sebagai orang terkaya, turun ke peringkat keempat dengan kekayaannya berkurang sebesar USD 2,1 miliar menjadi USD 24,9 miliar. Saham perusahaan produsen batu baranya, Bayan Resources, merosot karena laba bersihnya, yang terdampak oleh harga batu bara yang lebih lemah dan biaya operasional yang lebih tinggi, turun 16% menjadi USD 534 juta dalam sembilan bulan hingga September.

Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman

Meningkatnya permintaan akan pusat data menyebabkan saham DCI Indonesia meroket, mendorong kedua pendirinya, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman. Keduanya masuk ke dalam sepuluh besar untuk pertama kalinya.

Mereka adalah peraih keuntungan persentase terbesar tahun ini dan berada di peringkat ke-6 dengan nilai aset USD 11,3 miliar dan peringkat ke-8 dengan nilai aset USD 8,2 miliar. Pendiri ketiga, Han Arming Hanafia , naik 38 peringkat ke posisi ke-12 dengan nilai aset $5,3 miliar.

Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Dua pengusaha kembali ke jajaran elite, termasuk maestro media Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Saham Elang Mahkota Teknologi miliknya, yang lebih dikenal sebagai Emtek, hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Sebagian karena antisipasi investor terhadap IPO Super Bank Indonesia yang telah lama ditunggu-tunggu pada bulan Desember, di mana Emtek memiliki sekitar sepertiga saham.

Hartati Murdaya

Wajah baru tahun ini adalah Hartati Murdaya, direktur utama perusahaan holding investasi Central Cipta Murdaya. Ia menggantikan mendiang suaminya, Murdaya Poo, yang meninggal pada bulan April di usia 84 tahun.

Dua orang yang keluar dari daftar tersebut termasuk Kuncoro Wibowo. Sebab, saham jaringan toko perangkat kerasnya, Aspirasi Hidup Indonesia, anjlok lebih dari 40 persen di tengah penurunan laba. Nilai kekayaan bersih minimum untuk masuk dalam daftar tersebut turun menjadi USD 920 juta dari USD 1,05 miliar tahun lalu.

Berikut daftar lengkap 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes:

1. R. Budi & Michael Hartono, USD 43,8 miliar
2. Prajogo Pangestu, USD 39,8 miliar
3. Widjaja family, USD 28,3 miliar
4. Low Tuck Kwong, USD 24,9 miliar
5. Anthoni Salim & family, USD 13,6 miliar
6. Otto Toto Sugiri, USD 13,8 miliar
7. Tahir & family, USD 9,8 miliar
8. Marina Budiman, USD 8,2 miliar
9. Wijono & Hermanto Tanoko & family, USD 8,1 miliar
10. Sri Pakash Lohia, USD 8 miliar
11. Haryanto Tjiptodihardjo, USD 6,2 miliar
12. Han Arming Hanafia, USD 5,3 miliar
13. Agoes Projosamito, USD 5 miliar
14. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, USD 4,9 miliar
15. Theodore Rachmat, USD 4,45 miliar
16. Chairul Tanjung, USD 4,4 miliar
17. Dewi Kam, USD 4,3 miliar
18. Bachtiar Karim & family, USD 4,2 miliar
19. Garibaldi Thohir & family, USD 3,8 miliar
20. Mochtar Riady & family, USD 3,75 miliar
21. Sukanto Tanoto, USD 3,7 miliar
22. Setiawan Family, USD 3,6 miliar
23. Martua Sitorus, USD 3,55 miliar
24. Jogi Hendra Atmadja & family, USD 3,5 miliar
25. Susilo Wonowidjojo & family, USD 3,2 miliar
26. Peter Sondakh, USD 3,1 miliar
27. Ciliandra Fangiono & family, USD 3,05 miliar
28. Hilmi Panigoro & family, USD 2,9 miliar
29. Sjamsul Nursalim, USD 2,8 miliar
30. Djoko Susanto, USD 2,7 miliar
31. Manoj Punjabi, USD 2,6 miliar
32. Putera Sampoerna & family, USD 2,5
33. Arini Subianto & family, USD 2,4 miliar
34. Bambang Sutantio, USD 2,35 miliar
35. Alexander Ramlie, USD 2,3 miliar
36. Eddy Kusnadi Sariaatmadja & Family, USD 1,8 miliar
37. Hamami family,USD 1,7 miliar
38. Ciputra family, USD 1,6 miliar
39. Husodo Angkosubroto & Family, USD 1,5 miliar
40. Sulistyo family, USD 1,45 miliar
41. Jenny Quantero & Engki Wibowo, USD 1,4 miliar
42. Soegiarto Adikoesoemo, USD 1,35 miliar
43. Lim Chai Hock, USD 1,3 miliar
44. Hartarti Murdaya, USD 1,25 miliar
45. Edwin Soeryadjaya & family, USD 1,2 miliar
46. Irwan Hidayat & family, USD 1,15 miliar
47. Eddy Sugianto, USD 1,1 miliar
48. Hary Tanoesoedibjo, USD 1 miliar
49. Eddy Katuari & family, USD 995 juta
50. Husain Djojonegoro & family, USD 920 juta
(DTT/Ans)