EKONOMIHEADLINENASIONAL

Mendagri Pastikan Anggaran Darurat, Layanan Dukcapil, dan Hunian Tetap Berjalan di Daerah Terdampak Bencana Sumatera

×

Mendagri Pastikan Anggaran Darurat, Layanan Dukcapil, dan Hunian Tetap Berjalan di Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dok. BPMI Setpres/Kris)
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan keterangan pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Foto: Dok. BPMI Setpres/Kris)

Datateks.id, Jakarta — Pemerintah memastikan penanganan bencana di sejumlah daerah berjalan cepat dan terkoordinasi melalui dukungan anggaran, logistik, serta percepatan layanan dasar kepada masyarakat. Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian menyampaikan terkait langkah konkret pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam keterangan pers yang digelar di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat, 19 Desember 2025.

“Anggaran belanja tidak terduga untuk 52 kabupaten kota dan provinsi, dari Bapak Presiden (Presiden Prabowo Subianto) sebagai tambahan, sebanyak Rp268 miliar. Kami cek sudah diterima semua oleh 3 provinsi,” ujar Tito, dilansir laman resmi Presiden RI yang disitat datateks pada Sabtu (20/12/2025).

Selain dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah di berbagai wilayah juga menunjukkan solidaritas melalui bantuan anggaran dan barang. Dukungan lintas daerah tersebut memperkuat upaya percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak.

“Total Rp43 miliar, ditambah dengan asosiasi pemerintah kabupaten, yang dipimpin oleh Bupati Lahat Pak Bursah Zarnubi, turun langsung ke sana. Lebih kurang Rp5 miliar, jadi lebih kurang Rp48 miliar,” Tito menambahkan.

Baca Juga: Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera 1.071 Jiwa, 526.868 Warga Masih Mengungsi

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri juga mempercepat pemulihan layanan administrasi kependudukan bagi warga terdampak bencana. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat mengakses hak-hak administrasi secara cepat dan tanpa biaya.

“Dari Kemendagri membentuk 9 tim, dari Dukcapil ke 3 provinsi, mulai 10 Desember kemarin. Untuk mempercepat layanan, pengurusan dokumen-dokumen Dukcapil, seperti akta kelahiran, KTP (Kartu Tanda Penduduk), yang hilang dan lain-lain. Tanpa memungut bayaran, sudah diturunkan,” Tito mengungkapkan.

Dalam upaya pemulihan jangka menengah, Tito menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) melalui kerja sama lintas kementerian dan dukungan non-APBN. Pembangunan tersebut direncanakan segera dimulai melalui pelaksanaan groundbreaking di sejumlah wilayah.

“Ini dukungan dari beberapa yayasan, yaitu hunian tetap,” ujar Mendagri.

“Mengenai lokasi-lokasinya, jadi 2.600 unit, ini tanpa APBN. Aceh 1.000 unit, Sumut 1.000 unit, dan Sumbar 600 unit. Besok, akan ada groundbreaking di Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Kita akan turun langsung sana,” lanjut Mendagri.

Terkait keberlangsungan pemerintahan di tingkat desa, Tito menyampaikan pemerintah melakukan pendataan terhadap kantor desa yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pemerintah pusat akan mengambil langkah lanjutan apabila pemerintah daerah mengalami keterbatasan dalam penanganannya.

“Khusus yang rusak ringan ini akan kita lihat kemampuan daerah apakah mampu. Kalau tidak mampu kita akan ambil alih, dan untuk yang rusak berat nanti kami akan tunjukkan kepada Menteri PU,” Mendagri Tito Karnavian memungkasi. (DTT/Ans)