EKONOMIHEADLINENASIONAL

Seskab Teddy dan Menhub Dudy Cek Posko Pantauan Transportasi Libur Nataru 2025/2026

×

Seskab Teddy dan Menhub Dudy Cek Posko Pantauan Transportasi Libur Nataru 2025/2026

Sebarkan artikel ini
Seskab Teddy Indra Wijaya didampingi Menhub Dudy Purwagandhi meninjau Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjelang libur Natura di Kementerian Perhubungan, Jakarta. (Foto: Dok. Kemenhub)
Seskab Teddy Indra Wijaya didampingi Menhub Dudy Purwagandhi meninjau Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjelang libur Natura di Kementerian Perhubungan, Jakarta. (Foto: Dok. Kemenhub)

Datateks.id, Jakarta — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyambangi Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Pada kunjungan ini, Menhub Dudy mengapresiasi seluruh kementerian dan lembaga, serta badan usaha milik negara dan operator transportasi swasta yang telah bersinergi dalam memperlancar pergerakan masyarakat pada angkutan Nataru 2025/2026. Dengan komunikasi dan koordinasi antar-stakeholder atau pemangku kepentingan transportasi, masyarakat dapat bepergian dengan aman dan lancar.

“Sinergi antara stakeholder adalah kunci lancarnya pergerakan masyarakat selama angkutan Nataru. Contoh nyata yang kami apresiasi adalah kerjas ama berbagai pihak untuk memperlancar angkutan penyeberangan di rute Merak-Bakauheni,” ujar Menhub Dudy, dilansir laman resmi Kemenhub yang disitat datateks pada Selasa (23/12/2025).

Baca Juga: Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.106 Jiwa, 175 Warga Masih Hilang

Menhub Dudy menyebut pada penyeberangan Jawa-Sumatera, sejak periode angkutan Nataru tahun lalu, Kemenhub bersama dengan stakeholder terkait berupaya memecah pergerakan masyarakat ke 3 Pelabuhan. Terdiri dari Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bojonegara yang dikelola oleh Pelindo, serta Pelabuhan Merak dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

“Tahun ini, kami tambah lagi ke Pelabuhan Bandar Samudera, sehingga menjadi 4 pelabuhan,” Menhub menambahkan.

Sinergi Sektor Transportasi

Secara keseluruhan, kolaborasi dan sinergi dilakukan pada sektor transportasi darat, laut, udara maupun perkeretaapian untuk mendukung pergerakan masyarakat. Pada sektor transportasi darat, pemerintah telah menyiapkan 31.433 unit bus dengan kapasitas 1,21 juta penumpang. Selanjutnya, pada transportasi laut, disiapkan 715 unit kapal laik laut yang mampu menampung hingga 2,89 juta penumpang.

Untuk mendukung pergerakan masyakarat melalui udara dan penyeberangan, telah disiapkan 388 unit pesawat dengan kapasitas 7,69 juta penumpang dan 253 unit apal dengan kapasitas 5,01 juta penumpang.

Menurut Menhub, pada transportasi kereta api, sebanyak 2.670 unit sarana dan trainset telah disiapkan. Adapun kapasitas angkutnya sebanyak 3,5 juta penumpang antarkota, 2,9 juta penumpang regional dan 51,6 juta penumpang commuter.

Kesiapan sarana transportasi didukung oleh para operator. Meliputi Perum Damri, Pelni, ASDP Ferry, PT KAI, Operator KA BUMD, Garuda, Citilink, dan Pelita Air. Serta, operator swasta baik transportasi darat, transportasi laut dan penyeberangan, transportasi kereta api, maupun transportasi udara.

Lebih jauh Menhub mengatakan, koordinasi lintas sektor dilakukan melalui Posko Pusat Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Semua itu buat memastikan kebijakan, langkah operasional, serta respons lapangan berjalan terpadu dan tepat waktu.

Adapun Seskab Teddy berpesan kepada seluruh stakeholder terkait agar memastikan pelayanan masyarakat selama masa angkutan Nataru 2025/2026 berjalan maksimal. Dengan demikian, supaya lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Posko ini bagus sekali. Mohon semua yang terlibat saling melengkapi, sehingga harapannya tidak ada kecelakaan, karena kelalaian petugas. Jika ada kesulitan langsung sampaikan, sehingga bisa segera tertangani,” ujar Seskab.

Turut hadir dalam kegiatan ini para pimpinan BUMN sektor transportasi. Termasuk, sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenhub. (DTT/Ans)