DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.112 Jiwa, 498.447 Warga Masih Mengungsi

×

BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.112 Jiwa, 498.447 Warga Masih Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (23/12/2025). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)

Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kembali melaporkan data terbaru penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Terkonfirmasi jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 1.112 jiwa.

“Pada hari ini jumlah korban meninggal dunia bertambah enam jiwa, menjadi 1.112 jiwa meninggal dunia dari tiga provinsi, artinya bertambah enam jiwa dari jumlah kemarin,” ujar Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (23/12/2025), melalui saluran resmi BNPB di YouTube.

Muhari pun merinci data jumlah korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera. Meliputi Aceh sebanyak 483 jiwa, Sumut mencapai 369 jiwa, dan Sumbar tercatat 260 jiwa.

Baca Juga: Muslim Ayub DPR: Bulan Ramadan Kian Dekat, Penyintas Banjir Sumatera Butuh Segera Huntara

Selanjutnya, menurut Muhari, jumlah korban bencana Sumatera yang hilang bertambah 1 jiwa, sehingga totalnya menjadi 176 jiwa. Meliputi Aceh sebanyak 32 jiwa, Sumut mencapai 72 jiwa, dan Sumbar tercatat 72 jiwa.

“Ini masih dilakukan pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan di 3 provinsi,” Kapusdatinkom BNPB menambahkan.

Adapun jumlah korban bencana yang mengungsi hingga hari ini tercatat sebanyak 498.447 warga. Di Aceh sebanyak 473.288 jiwa, Sumut mencapai 13.355 orang, dan Sumbar tercatat 11.804 warga.

“Saudara-saudara kita yang masih berada di titik-titik pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah atau sementara tinggal di rumah kerabat. Ini masih terus kita dukung kebutuhan makanan dan sandangnya,” Abdul Muhari menuturkan. (DTT/Ans)