DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.137 Jiwa, 163 Warga Masih Dicari

×

BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.137 Jiwa, 163 Warga Masih Dicari

Sebarkan artikel ini
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (26/12/2025). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (26/12/2025). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)

Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kembali memutakhirkan data terkini mengenai penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga sebulan pascabencana, jumlah korban meninggal dunia terkonfirmasi bertambah menjadi 1.137 jiwa.

“Total korban meninggal per hari ini Jumat, 26 Desember 2025 itu menjadi 1.137 jiwa,” ucap Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, dalam konferensi pers secara daring, Jumat (26/12/2025), melalui saluran resmi BNPB di YouTube.

Muhari menjelaskan, ada penambahan 2 korban meninggal dari sehari sebelumnya mencapai 1.135 jiwa. Selain itu, Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap korban di 3 provinsi tersebut.

Baca Juga: Simak UMP 2026 di 36 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dan Jabar Terendah

“Ada 163 nama yang masih dalam pencarian. Basarnas sudah menyatakan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan di beberapa kabupaten/kota di 3 provinsi yang masih memiliki daftar pencarian atau daftar nama korban hilang,” Muhari menambahkan.

Adapun jumlah pengungsi mencapai 457.255 jiwa. Para pengungsi ini berada di daerah-daerah yang sudah menyatakan pergeseran dari status tanggap darurat ke transisi darurat.

“Kami jelaskan sekali lagi bahwa pada saat tanggap darurat ada 5 aspek krusial yang menjadi prioritas penanganan. Pertama pencarian pertolongan, kemudian pemenuhan kebutuhan logistik dasar permakanan dan non-permakanan,” Kapusdatinkom BNPB menambahkan.

“Pembukaan akses jalan ini sangat krusial, kemudian pemulihan sektor komunikasi. Dan terakhir pemulihan sektor energi, baik itu listrik BBM (bahan bakar minyak) dan LPG (elpiji),” Abdul Muhari memaparkan. (DTT/Ans)