Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kembali melaporkan data terbaru mengenai penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga menjelang pergantian tahun baru 2026, jumlah korban meninggal dunia terkonfirmasi bertambah menjadi 1.154 jiwa.
“Khususnya di Aceh Tamiang itu menambah 13 jiwa korban meninggal dunia. Sehingga total korban jiwa meninggal dunia per hari ini menjadi 1.154 jiwa,” ucap Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB dalam konferensi pers secara daring, Rabu (31/12/2025), melalui saluran resmi BNPB di YouTube.
Baca Juga: Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Dishub DKI Jakarta Rekayasa Lalu Lintas 33 Ruas Jalan
Adapun pendataan korban terus dilakukan berdasarkan data kecamatan. Hasilnya, menurut Muhari, masih ada 165 korban hilang yang masih dilakukan pencarian.
“Masih ada tambahan nama korban hilang dari Padang Panjang dan Pesisir Selatan, sehingga korban hilang bertambah 2 nama, sehingga total 165 jiwa,” Muhari menambahkan.
Muhari sekaligus menyampaikan penurunan jumlah pengungsi. Menurut dia, salah satu faktornya, yakni sudah cairnya dana tunggu hunian.
“Jadi yang akan tinggal di huntara (hunian sementara) sejak awal minggu ini sudah dicairkan dana tunggu hunian, per hari ini (pengungsi) 378.164 jiwa,” Kapusdatinkom) BNPB menjelaskan.
Lebih jauh Muhari menyampaikan, saat ini sebanyak 22 kabupaten atau kota menetapkan status transisi darurat. Sedangkan 5 kabupaten atau kota masih proses untuk penetapan status tersebut.
BNPB juga mencatat data korban bencana Sumatera hingga 31 Desember 2025, sebagai berikut:
Aceh
Korban meninggal: 527 jiwa
Korban hilang: 31 orang
Mengungsi: 356.655 warga
Sumut
Korban meninggal: 365 jiwa
Korban hilang: 60 orang
Mengungsi: 11.574 warga
Sumbar
Korban meninggal: 262 jiwa
Korban hilang: 74 orang
Mengungsi: 9.935 warga. (DTT/Ans)












