DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.167 Jiwa, Sekolah Mulai Dibersihkan

×

Data Terbaru BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.167 Jiwa, Sekolah Mulai Dibersihkan

Sebarkan artikel ini
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (3/1/2026). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (3/1/2026). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)

Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kembali memutakhirkan data terbaru mengenai penanganan hingga pemulihan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Berbeda dengan sehari sebelumnya yang nihil, maka pada hari ini ada penambahan jumlah korban meninggal dunia.

“Hari ini penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa, sehingga per hari ini 3 Januari 2026 total korban jiwa menjadi 1.167 jiwa,” ujar Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (3/1/2026), melalui saluran resmi BNPB di YouTube.

Baca Juga: Tok! PSSI Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Agenda Padat Menanti

Muhari menjelaskan, proses pencarian dan pertolongan masih terus diupayakan oleh tim SAR gabungan. Terutama di daerah yang masih menetapkan status tanggap darurat. Apalagi, jumlah korban yang hilang dilaporkan sebanyak 165 jiwa.

Adapun jumlah pengungsi menurun 122.507 orang atau menjadi 257.780 warga. Muhari mengungkapkan, korban yang tinggal di pengungsian lantaran kediamannya mengalami rusak berat atau hanyut terbawa banjir.

Pembersihan Sekolah-Sekolah

Selain itu, masih menurut Muhari, pembersihan di sejumlah lokasi terus berlangsung. Terutama di fasilitas pendidikan mengingat pekan depan para murid memasuki tahun pendidikan semester genap.

Rencananya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akan membuka langsung kegiatan belajar di wilayah terdampak.

“Beberapa titik sudah bersih dan ini terus dikebut proses pembersihan baik itu sekolah umum maupun madrasah,” Muhari memaparkan.

Dana Tunggu Hunian

Lebih jauh Muhari menyampaikan, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah berlangsung secara progresif. Dari data yang dipaparkan sejak Selasa, 30 Desember 2025 hingga Jumat, 2 Januari 2026 sudah ribuan kepala keluarga (KK) telah mengajukan DTH.

Rinciannya, Sumbar total permintaan sebanyak 2.227 KK dengan total penyaluran 1.291. Sumut total permintaan 4.502 KK dengan total penyaluran 2.543. Sedangkan Aceh total permintaan 10.060 KK dengan total penyaluran 876.

Untuk diketahui, penerima DTH diperuntukan bagi warga terdampak yang tidak ingin tinggal di hunian sementara (huntara).

“Kita harapkan satu dua hari di awal minggu depan bisa kita selesaikan 100 persen, [terutama] Aceh kemudian berikutnya juga bisa selesai lebih cepat,” ujar Muhari.

Abdul Muhari menegaskan, BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat di seluruh wilayah bencana. Mulai dari pencarian korban, pemulihan fasilitas publik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. (DTT/Ans)