Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kembali memutakhirkan data terbaru mengenai penanganan hingga pemulihan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Jumlah korban meninggal dunia terkonfirmasi menjadi 1.178 jiwa.
“Per hari ini Selasa, masih ada penambahan Tapanuli Tengah 1 jiwa, sehingga total korban itu menjadi 1.178 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (6/1/2026), melalui saluran resmi BNPB di YouTube.
Muhari menambahkan, korban yang hilang tidak bertambah dan saat ini masih terdata ada 147 jiwa. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 242.174 jiwa.
BNPB memastikan, pemerintah bakal terus berupaya untuk mencari korban hilang. “Proses pencarian pertolongan masih terus dilakukan di daerah yang masih berstatus tanggap darurat,” Muhari menegaskan.
Terkait status darurat, Muhari mengungkan, sebanyak 9 daerah di Aceh memperpanjang masa status tanggap. Misalya, Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Gayo Lues.
Fase Transisi
Selanjutnya, sebanyak 9 daerah di Aceh sudah masuk transisi status dari tanggap darurat menjadi pemulihan. Di antaranya, Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Aceh Timur.
Sementara di Sumut, sebanyak 14 daerah beralih ke fase transisi. Di antaranya Tapanuli Utara, Langkat, dan Kota Banjai. Kemudian, 2 daerah telah mengakhiri fase transisi tanggap darurat, yakni Kota Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai.
Seperti halnya Sumut, sebanyak 11 wilayah di Sumbar telah beralih ke fase transisi. Sedangkan 2 daerah mengakhiri fase tanggap darurat.
“Sebelumnya Sumatra Barat masih menyisahkan 1 kabupaten yang masih dalam status tanggap darurat, yaitu Kabupaten Agam. Per hari ini Kabupaten Agam sudah menetapkan masuk ke transisi darurat,” Muhari menjelaskan. (DTT/Ans)












