Datateks.id. Jakarta – Tumpukan sampah setinggi 3-5 meter di tempat penampungan sementara (TPS) Bakti Jaya, Jalan Madrasah Sukmajaya, Kota Depok, meluber hingga 8-10 meter ke badan pada Selasa (6/1/2026).
Lebar jalan menyempit, dari 5-6 meter kini tersisa 1,5 meter saja, memaksa pengendara motor saling bergantian arah dan mobil kecil yang bisa lewat. sementara bau menyengat dari campuran limbah rumah tangga, plastik, sisa makanan basah, sayur, serta barang bekas menyeruak.
Operator Pengangkut Sampah, Rusdian mengatakan, “ Setiap hari sampah diangkut, karena kendala tempat pembuangan akhir (TPA) yang lagi kacau, bahkan sejak Sabtu dibuang, baru Senin-dampaknya jadi seperti ini. ” Ia menjelaskan, “Saat ini, sehari hanya satu truk tonase, sehingga sampah membeludak hingga ke jalan.” (6/1/2026)
“Dikarenakan saat ini seharinya hanya satu tronton, maka sampahnya membeludak sampai ke jalan,” jelas Rusdiana.
Produksi sampah Depok capai 1.000 – 1.400 ton, membengkak sejak seminggu lalu akibat armada terbatas (hanya satu uni dari dua), truk rusak, dan keterlambatan pembuangan.
Peningkatan kesadaran Masyarakat, serta penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) terus ditekankan. Operator tempat penampungan sementara (TPS) Rusdian dan Koordinator Pengelolaan Sampah di TPS Pasar Cisalak, Dirman mengatakan, Kondisi Kota Depok saaat ini berada dalam status gawat darurat sampah.
Menurut Dirman, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang menjadi satu-satunya lokasi pembuangan sampah kini tak lagi mampu menampung timbunan yang terus meningkat. Ia menegaskan perlunya inovasi teknologi untuk atasi krisis berkepanjangan ini.
(DTT/HF)
