DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Update BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Nyaris Sentuh Angka 2.000 Jiwa, Pembangunan Huntara Dipercepat

×

Update BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Nyaris Sentuh Angka 2.000 Jiwa, Pembangunan Huntara Dipercepat

Sebarkan artikel ini
Proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)
Proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)

Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan perkembangan penanganan darurat dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) hingga Sabtu, 17 Januari 2026. Upaya terpadu lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal.

Dalam perkembangan terkini, ada peningkatan jumlah korban jiwa. Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di 3 provinsi tersebut mencapai 1.199 orang, sementara korban hilang tidak ada penambahan yaitu tercatat sebanyak 144 orang.

“Adapun penambahan satu korban meninggal dunia ada di Provinsi Aceh, tepatnya di Kabupaten Aceh Timur. Jumlah penduduk terdampak yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat menjadi 154.973 jiwa,” demikian Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis yang disitat datateks pada Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan TNI di Istana, Ini yang Dibahas

Muhari menjelaskan, percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan dan jembatan serta pemulihan kawasan permukiman terus ditingkatkan agar semakin kondusif untuk dihuni kembali. Adapun upaya tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari pemerintah daerah, TNI dan Polri, serta lembaga terkait lainnya.

Menurut Muhari, laporan distribusi logistik yang berhasil dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 16 Januari 2026, yakni sebanyak 1.754,03 ton telah berhasil didistribusikan kepada warga terdampak. Adapun pengiriman dilakukan dengan Pesawat Charter BNPB sebanyak 56 sorti, Pesawat Hercules 63 sorti, jalur darat menggunakan 55 truk dan melalui laut dengan menggunakan 7 kapal.

Lebih lanjut distribusi harian yang dilakukan kemarin di Provinsi Aceh melalui udara sebanyak 9 sorti udara dengan berat 7,3 ton dan 4 truk via darat 9,4 ton, sehingga total terdistribusi yakni 9,4 ton. Untuk wilayah Sumut via darat 93,33 ton. Sementara untuk Sumbar telah dikirim menggunakan jalur darat sebesar 0,1 ton.

Target Huntara Rampung Sebelum Ramadan

Proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)
Proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)

BNPB bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan. Dari total 49.919 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 27.903 unit.

“Saat ini, 5.788 unit dalam proses pembangunan dan 782 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni. Selain itu, pengajuan hunian tetap tercatat sebanyak 11.706 unit, dengan 648 unit di antaranya sedang dalam tahap konstruksi,” Muhari memaparkan.

Skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) juga terus dioptimalkan untuk mendukung masyarakat terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap. Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 15.346 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 10.717 rekening penerima telah siap dan telah disalurkan kepada penerima bantuan sebanyak 2.695 kepala keluarga.

Proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)
Proses pembangunan hunian sementara (huntara) yang diperuntukan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat pada Jumat (16/1/2026). (Foto: Dok. BNPB)

Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai bagian dari upaya percepatan tanggap darurat, pemulihan, serta mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga 16 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah dilaksanakan sebanyak 480 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebesar 459.200 kilogram. Wilayah Sumatera Utara sebanyak 372 sorti dengan total bahan semai 326.400 kilogram.

“Sementara di Sumatra Barat tercatat 396 sorti dengan total bahan semai 393.325 kilogram. Operasi ini ditujukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana susulan di wilayah rawan,” Muhari menambahkan.

BNPB menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta seluruh unsur masyarakat. Semua itu untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi. “Diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh dan berdaya menghadapi risiko bencana ke depan,” Abdul Muhari memungkasi. (DTT)