Datateks.id – Di Tengah hiruk-pikuk dunia maya, Muhammad Syauqi Mubarok, mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyyah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengubah platform permainan Roblox menjadi pusat dakwah kreatif. Melalui avatar dan peta virtualnya yang menyerupai masjid, ia mengajak generasi muda belajar agama sambil bermain game, sekaligus menjawab tantangan era digital dengan pendekatan nilai keislaman yang menarik perhatian terhadap ratusan pemain.
Data Partisipasi Kajian Syauqi
Syauqi ungkapkan, partisipasi di ruangannya tinggi. Satu ruang biasanya penuh 50 orang, ditambah 20 orang lain melalui siaran langsung yang ikut menyimak. “Jumlah dalam satu ruang bisa 50 orang, itu biasanya selalu penuh, dan kadang ditambah 20 orang lain di siaran langsung ikut menyimak,” jelas Ahmad Syauqi Mubarok, penggagas dakwah Roblox dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Peta yang paling populer selalu berganti-ganti, tapi tiga terpopuler di antaranya Mt Lemora, Mt Tandikek, dan Mt Inerie. Mt Lemora paling sering mencuri perhatian. Jalur pendakiannya dibuat seolah-olah nyata, lengkap dengan suasana alam yang terasa hidup hingga membuat para peserta rela mengantre demi sensasi “puncak” impiannya. Tak heran, peta ini rutin berkali-kali memecahkan rekor dengan jamaah terbanyak.

Fenomena ini sudah terjawab pada komunitas seperti Majelis Roblox Indonesia (MARIO) dan konten kreator Kadam Sidik, Rasyid Roblox, serta Tsaqif Quran Studio. Pemain berkumpul melalui avatar di peta seperti “Ngajiblox” atau ikut “Ngacak” (ngaji di puncak virtual), mendengar ceramah melalui Discord sambil mengendalikan avatar berpakaian muslim.
Strategi Inovatif dalam berdakwah
Inovasi ini membuka pintu bagi anak muda yang jarang ke masjid, mengaji, bahkan yang jarang mendengar kajian Islami. Justru ini menjadi jembatan lewat gamifikasi untuk mengajak pemuda mengenal Islam tanpa tekanan.
“Karena saya ingin memberikan suasana hangat bahwa mempelajari agama itu tidak sesulit itu,” ucap Syauqi dengan niat tulus.
Kemudian ia menambahkan pada Kajian Roblox-nya, “Ciri-ciri disayang Allah adalah saat kita beraktivitas sehari-hari, apakah kita memprioritaskan ibadah atau tidak. Kalau Allah sayang hamba-Nya, Dia akan mendekatkan diri. Misalnya, diberi ujian untuk melatih sabar, diberi nikmat untuk melatih syukur. Intinya, timbul keinginan jadi lebih baik; itu tanda kita sudah disayang sama Allah.”
Pendekatan Syauqi menunjukkan teori bagaimana masyarakat membentuk teknologi sesuai kebutuhannya, yaitu social construction of technology (SCOT): masyarakat memberi arti baru pada alat teknologi sesuai kebutuhan. Seperti pada Roblox, awalnya sekadar game, tapi interaksi sosial mengubahnya jadi ruang spiritual positif. Teknologi tidak netral; interaksi sosial memberinya makna religius, mengubah Roblox dari arena mainan menjadi medium dakwah substantif yang memperkuat iman tanpa mengurangi esensi agama.
Meskipun tantangan tetap ada, seperti menjaga kesakralan agar tidak jadi hiburan semata, inovasi Syauqi menunjukkan potensi besar: dakwah tembus layar, menyambung hati anak muda pada nilai Qur’ani yang penuh makna. (Hilmy Farid, Pengamat Dakwah Roblox Syauqi , Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah).
