EKONOMIHEADLINENASIONALPOLITIK

Usai Pelantikan, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Sinergi Fiskal dan Moneter Dorong Pertumbuhan Ekonomi

×

Usai Pelantikan, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Sinergi Fiskal dan Moneter Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan atau Wamenkeu yang baru menggantikan Thomas Djiwandono. (Foto: Dok. BPMI Setpres)
Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan atau Wamenkeu yang baru menggantikan Thomas Djiwandono. (Foto: Dok. BPMI Setpres)

Datateks.id, Jakarta — Juda Agung telah dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan atau Wamenkeu oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2206. Usai pelantikan, Juda menyampaikan kesan serta pandangannya terkait penugasan barunya di Kementerian Keuangan.

Juda pun mengungkapkan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya koordinasi kebijakan lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Intinya dari Presiden bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mencapai program-program pemerintahan yang sudah dicanangkan, tentu saja perlu koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Dan juga tentu saja kebijakan di sektor riil, sehingga ini menjadi efektif di dalam upaya kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Juda Agung kepada wartawan usai pelantikan, dilansir laman resmi Kemeenterian Sekretariat Negara.

Baca Juga: Gantikan Thomas Djiwandono, Juda Agung Dilantik sebagai Wamenkeu, Simak Profilnya

Menanggapi pertanyaan seputar kebijakan intervensi nilai tukar rupiah, Juda menegaskan hal tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan Bank Indonesia. “Selama itu kebijakan moneter, itu di dalam wilayah Bank Indonesia.”

Adapun terkait upaya peningkatan integritas pejabat dan tata kelola kelembagaan, Juda menilai langkah-langkah yang telah dilakukan Menteri Keuangan dalam beberapa bulan terakhir merupakan upaya penguatan yang tepat. Juda turut menyoroti pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Termasuk melalui pertukaran pengalaman antarlembaga, untuk memperkuat efektivitas kebijakan ekonomi nasional.

“Tentu saja pengalaman saya yang cukup lama di Bank Indonesia, kemudian di otoritas fiskal, ini tentu saja sinerginya akan lebih baik, begitu juga Pak Thomas (Thomas Djiwandono) yang dulunya di otoritas fiskal, kemudian di moneter. Jadi sinerginya antara dua kebijakan akan lebih baik, dibandingkan kalau masing-masing di otoritasnya,” Juda Agung memungkasi.

Profil Wamenkeu Baru

Merujuk laman resmi Bank Indonesia, Juda Agung kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat pada 1964. Usai menempuh pendidikan di bidang Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada 1987, ia melanjutkan pendidikan di University of Birmingham. Juda mendapatkan gelar Master di bidang Commercial dan Social Science pada 1995.

Kemudian Juda mengawali karier di Bank Indonesia atau BI pada 1991 sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada 192-1993, Juda menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda.

Juda lalu melanjutkan pendidikan di University of Birmingham hingga meraih gelar S3 PhD di bidang Economics pada 1999. Setelah 3 tahun, Juda kembali dari tugas belajarnya di University of Birmingham.

Pada 1999-2002, Juda pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Setelah itu pada 2002-2003, dia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Berikutnya, dia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada 2003-2006. Selanjutnya pada 2007-2008, Juda menjadi Advisor kepada Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional atau IMF, Washington DC, Amerika Serikat.

Sepulangnya dari Washington, lelaki berusia 57 tahun ini kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Ia menjabat sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter sejak 2019.

Bukan hanya itu. Juda Agung juga pernah menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2014-2017), Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat (2017), dan Pegawai Penugasan Setingkat Direktur Eksekutif Departemen Sumber Daya Manusia (2017-2019).

Juda Agung telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Juda sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022. (DTT)