DAERAH

PLTA Musi Jaga Pasokan Listrik dari Hulu Sungai

×

PLTA Musi Jaga Pasokan Listrik dari Hulu Sungai

Sebarkan artikel ini
PLTA Musi yang berada di Kabupaten Kepahing, Bengkulu
PLTA Musi yang berada di Kabupaten Kepahing, Bengkulu

PLTA Musi masih terus menjadi penopang utama sistem kelistrikan Sumatera bagian Selatan.

Infrastruktur yang berdiri di Kabupaten Kepahing, Bengkulu, ini berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan listrik ke sistem interkoneksi Sumatera.

PLTA Musi memanfaatkan aliran air dari hulu Sungai Musi sebagai sumber energi utama.

Air itu menggerakan turbin dan menghasilkan listrik berkapasitas 2010 megawatt (3×70 MW).

Selain memasok daya, pembangkit ini juga memiliki fungsi penting dalam menjaga stabilitas frekuensi sistem, terutama saat terjadi lonjakan beban atau gangguan pada pembangkit lain.

Baca Juga: 473 Rumah di Lebong Kini Berlistrik, Akses Energi Kian Merata

Namun, keberlanjutan operasi PLTA Musi tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan infrastruktur.

Kondisi lingkungan di wilayah hulu sungai memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja pembangkit.

Sedimentasi akibat erorsi lahan dapat meningkatkan beban operasional dan menurunkan efisiensi turbin.

Sampah yang terbawa arus berpotensi mengganggu sistem intake air.

Perubahan tutupan lahan di daerah tangkapan air juga dapat memengaruhi stabilitas debit sungai.

Faktor-faktor itu menunjukkan keandalan pembangkit air yang sangat bergantung pada kesehatan ekosistem di sekitarnya.

Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), konservasi hutan, serta pengendalian erosi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi energi di PLTA Musi.

Kualitas air dan stabilitas aliran tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kontinuitas pasokan listrik.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Unas

Dengan kapasitas 210 MW, PLTA Musi menjadi salah satu sumber energi terbarukan strategis di wilayah Bengkulu.

Operasionalnya menunjukkan bahwa keberhasilan pembangkit energi air tidak hanya ditentukan oleh desain teknis, tetapi juga oleh kondisi ekosistem yang menopangnya.

Hal ini menegaskan bahwa menjaga hulu sungai merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan energi dalam jangka panjang. (Red)