HEADLINENASIONALPERISTIWA

Menhaj Cek Kesiapan Layanan Ibadah Haji 2026 di Arab Saudi

×

Menhaj Cek Kesiapan Layanan Ibadah Haji 2026 di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf bertolak ke Arab Saudi pada Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber Foto: haji.go.id)
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf bertolak ke Arab Saudi pada Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber Foto: haji.go.id)

Datateks.id, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf bertolak ke Arab Saudi pada Kamis, 12 Februari 2026, Menhaj menghadiri undangan Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, sekaligus meninjau langsung kesiapan pelayanan haji 2026.

Merujuk laman resmi Kemenhaj, kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan seluruh aspek layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi. Hingga layanan kesehatan dan perlindungan jemaah dipersiapkan secara matang, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jemaah.

Dalam agenda tersebut, Menhaj dijadwalkan mengikuti pertemuan bilateral dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Terutama membahas penguatan kerja sama teknis penyelenggaraan haji dan umrah. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas layanan berbasis standar pelayanan prima, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam sistem haji dan umrah. Serta penguatan koordinasi operasional menjelang musim haji 2026.

Partisipasi Indonesia dalam forum Umrah Exchange juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai penyedia layanan (service providers) di Arab Saudi. Hal ini penting untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan jemaah, khususnya lansia dan kelompok rentan.

Baca Juga: Ramadhan Bukan Sekadar Tradisi Tahunan

Selain menghadiri forum internasional, Moch. Irfan Yusuf atau kerap disapa Gus Irfan juga dijadwalkan meninjau sejumlah titik layanan utama di Makkah dan Madinah. Termasuk kesiapan hotel, katering, serta sistem transportasi jemaah. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan sesuai standar yang telah disepakati bersama.

“Pelayanan haji adalah wajah kehadiran negara di Tanah Suci. Kita ingin memastikan jemaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi,” tegas Gus Irfan, disitat datateks pada Sabtu (14/2/2026).

Melalui kunjungan ini, Kemenhaj menegaskan transformasi pelayanan haji bukan hanya soal teknis operasional. Namun juga tentang membangun sistem yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen menghadirkan tata kelola haji yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.

Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia. Dengan standar pelayanan yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun demi memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk dan bermartabat bagi seluruh jemaah. (DTT)