HEADLINEKOMPETISIOLAHRAGA

Menpora Erick Sambut Baik Wacana Provinsi Penyangga Dukung PON 2028 NTT-NTB

×

Menpora Erick Sambut Baik Wacana Provinsi Penyangga Dukung PON 2028 NTT-NTB

Sebarkan artikel ini
Menpora Erick Thohir bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. (Sumber Foto: raiky/kemenpora.go.id)
Menpora Erick Thohir bersama Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. (Sumber Foto: raiky/kemenpora.go.id)

Datateks.id, Jakarta — Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora Erick Thohir menyambut baik wacana provinsi penyangga dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu, Menpora menunggu keputusan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Saya sangat terbuka, tetapi saya tunggu keputusan KONI-nya, baru saya mengeluarkan surat secara resmi mengenai tuan rumah NTT dan NTB dibantu provinsi mana,” ucap Erick Thohir di Graha Kemenpora, Jakarta, dilansir laman resmi Kemenpora yang disitat datateks pada Minggu (22/2/2026).

Menpora Erick telah bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) KONI Marciano Norman beserta Sekretaris Jenderal-nya Tubagus Ade Lukman Djajadikusuma. Dalam pertemuan tersebut, mulai dilakukan sinkronisasi untuk persiapan PON, termasuk wacana NTT-NTB tetap menjadi tuan rumah PON secara bersama dengan dibantu provinsi penyangga.

Baca Juga: Mensos: 1,7 Juta KPM Daerah Bencana Sumatera Terima Bansos

Wacana provinsi penyangga ini muncul mengingat situasi saat ini tidak dimungkinkan adanya pembangunan fasilitas tambahan, khususnya venue olahraga. “Karena kita tahu dari hasil kerja sama kami dengan Menteri Dalam Negeri yang kemarin sudah ditandatangani, banyak juga fasilitas yang tidak maksimal, termasuk juga fasilitas olahraga. Salah satunya tidak ada venue baru,” Menpora menjelaskan.

Menurut Menpora, efisiensi dalam pembangunan fasilitas olahraga bukan hanya terjadi di Indonesia. Melainkan juga terjadi di berbagai negara, termasuk dalam persiapan Olimpiade di Brisbane, Australia. bahkan, banyak negara ke depan juga sudah mulai menjaga secara ekonomi pembangunan fasilitas-fasilitas yang di kemudian hari tidak maksimal.

“Di situlah kita bicara apakah nanti NTT-NTB juga akan bersama KONI mengadakan rakornas (rapat koordinasi nasional) untuk juga menambahkan provinsi tertentu sebagai supporting system. Jadi tuan rumahnya tetap NTT-NTB, tetapi provinsi tertentu yang punya fasilitas bisa dipergunakan,” Menpora Erick menekankan.

Dalam hal ini Menpora menunggu keputusan resmi dari KONI. Sebelum nantinya mengeluarkan surat resmi sebagai payung hukum perihal tuan rumah PON NTT-NTB yang dalam pelaksanaannya dibantu provinsi tertentu.

“Suratnya memang belum saya keluarkan. Kalau mereka sudah (memutuskan), baru saya keluarkan. Karena memang payung hukumnya harus ada. Jangan sampai nanti saya mengeluarkan surat atau menunjuk-nunjuk dari KONI, ternyata nanti secara audit pemerintahan menjadi isu baru ke depannya. Jadi saya minta payung hukumnya, tunggu KONI nanti,” Menpora Erick menandaskan. (DTT)