DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Kemenhub Prediksi Pemudik Lebaran 2026 Terbesar Berasal dari Jawa Barat

×

Kemenhub Prediksi Pemudik Lebaran 2026 Terbesar Berasal dari Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Menhub Dudy Purwagandhi menggelar Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026. (Foto: Dok. Kemenhub)
Menhub Dudy Purwagandhi menggelar Rakor Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026. (Foto: Dok. Kemenhub)

Datateks.id, Jakarta — Kementerian Perhubungan atau Kemenhub memprediksi pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang. Diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta).

Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang. Disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta). Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.

Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa malam, 24 Februari 2026.

Adapun menurut survei yang sama, prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen RI Perjuangkan Solusi Dua Negara Terkait Konflik Palestina

“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” ujar Menhub Dudy, disitat datateks dari laman resmi Kemenhub pada Kamis (26/2/2026).

Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, serta Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi di Jawa Barat. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah.

Tujuan Favorit Jawa Tengah

Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, Banten. Sedangkan provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.

Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebesar 76,24 juta orang. Disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang).

Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang. Selanjutnya untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama, yaitu sebesar 8,65 juta orang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan resiko kecelakaan, karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” pesan Menhub.

Prakiraan Simpul Transportasi Terpadat

Berikut prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026. Di antaranya stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, sebesar 2,38 juta orang. Dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Tugu, Yogyakarta, DIY, sebesar 867 ribu orang.

Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sebesar 2,13 juta orang. Pun demikian bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang.

Terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, sebesar 2,31 juta orang. Sedangkan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi, Surakarta, Jawa Tengah, sebesar 1,44 juta orang.

Pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebanyak 214 ribu orang. Pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sebanyak 158 ribu orang. Serta lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak–Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.

Transportasi Pendukung

Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung angkutan Lebaran 2026. Di antaranya untuk transportasi darat dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang.

Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut. Transportasi penyeberangan dipersiapkan sebanyak 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan. Melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan.

Transportasi udara dipersiapkan 392 unit pesawat (serviceable) dengan 257 bandar udara. Transportasi kereta api dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun.

Diskon Tarif

Seperti tahun sebelumnya, pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi kepada masyarakat. Misalnya, diskon penyeberangan sebesar 100% untuk tarif jasa kepelabuhanan atau setara 21,9% dari tiket terpadu, pada periode 12-31 Maret 2026 (selama 20 hari).

Selanjutnya, diskon angkutan laut sebesar 30% untuk seluruh trayek kapal PSO PELNI kelas ekonomi, pada periode 11 Maret-5 April 2026 (selama 26 hari). Diskon kereta api sebesar 30% untuk tiket ekonomi pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari). Serta, diskon angkutan udara 17-18%, berlaku tiket ekonomi dengan rute penerbangan domestik pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari) untuk pembelian tiket mulai tanggal 10 Februari 2026.

Mudik Gratis

Guna membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik secara aman dan nyaman. Terutama mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta menekan kepadatan lalu lintas, Kemenhub telah mempersiapkan program mudik gratis, di antaranya:

– Moda transportasi darat, dengan 34 kota tujuan di 9 provinsi, menggunakan 401 unit bus (15.834 penumpang) dan 8 unit truk (240 sepeda motor) pada periode arus mudik (16-18 Maret 2026) dan arus balik (24-25 Maret 2026).

– Moda transportasi kereta api, untuk jalur kereta api di Pulau Jawa meliputi Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan sebanyak 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor, pada periode arus mudik (13-19 Maret 2026) dan arus balik (24-30 Maret 2026).

– Moda transportasi laut, dengan kuota 50.000 penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026.

Pembatasan Truk Sumbu 3

Dari sisi regulasi dan pengaturan lalu lintas, Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pembatasan dilakukan untuk truk sumbu 3 atau lebih. Dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok.

“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Menhub Dudy.

Turut hadir saat rakor, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub Serta Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Termasuk perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan ketua asosiasi. Serta para direktur utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi. (DTT)