SYIAR

Wujudkan Nilai Ramadhan ala LDK Syahid FDIKOM UIN Jakarta

×

Wujudkan Nilai Ramadhan ala LDK Syahid FDIKOM UIN Jakarta

Sebarkan artikel ini

Datateks.id – Ketika iman diuji oleh kepentingan diri, Ramadhan mengajarkan kepedulian sebagai wujud pengabdian kepada Sang Ilahi. Nilai tersebut diwujudkan oleh Lembaga Dakwah Kampus Syarif Hidayatullah (LDK Syahid) UIN Jakarta, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), melalui aksi berbagi di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, baru-baru ini.

Acara tersebut mengusung tema “Nirwana: Nilai Ramadan Mewujudkan Aksi Nyata.” Kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan dirancang sebagai ruang penguatan spiritual sekaligus implementasi sosial. Rangkaian acara diawali dengan kajian Ramadan oleh dosen UIN Jakarta, ustaz Muhammad Zakaria, M.Ag., dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi, santunan kepada anak yatim dan dhuafa, buka puasa bersama, serta ditutup dengan shalat Maghrib berjemaah.

Pada kegiatan Nirwana ini, panitia LDK Syahid FDIKOM 2026 bertujuan meneguhkan kembali esensi Ramadhan sebagai momentum transformasi dan tafakur diri. Ramadhan bukan hanya tentang kebersamaan saat berbuka puasa, melainkan juga tentang konsistensi dalam menjaga kualitas ibadah setelahnya. Dari kesadaran inilah lahir semangat kepedulian sosial yang menjadi ruh utama kegiatan.

Kepedulian sosial tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berani terjun ke masyarakat. Mereka tidak sekadar berbagi keceriaan saat melaksanakan kegiatan bersama anak yatim dan dhuafa, tetapi juga menanamkan nilai niat yang lurus dan keikhlasan dalam semangat belajar sambil mengajar. Melalui interaksi tersebut, peserta diajak menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta memahami pentingnya tadabbur sebagai upaya pembersihan jiwa di bulan suci Ramadhan.

Panitia Nirwana LDK Syahid FDIKOM 2026
Hilmy bersama panitia Nirwana LDK Syahid FDIKOM 2026

Dalam kajian yang disampaikan, ustaz Muhammad Zakaria menegaskan maqolah ulama:

لَا غُرْبَةَ لِلْفَاضِلِ وَلَا وَطَنَ لِلْجَاهِلِ

“Tiada keasingan bagi orang yang berilmu dan tidak ada tempat yang tenang bagi orang bodoh.”

Melalui maqolah tersebut, pemateri menekankan pentingnya memiliki ilmu di mana pun berada. Menurut dia, nilai utama dari sebuah kesuksesan adalah ilmu, karena ilmu memungkinkan seseorang bertahan dan berkembang dalam berbagai keadaan. Ilmu itu akan menjadi jalur sukses atau tidaknya.

Ia juga mengutip perkataan Imam Syafi’i: “Jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka engkau harus sanggup menahan perihnya kebodohan.”

“Saya punya teman yang sejak sekolah dasar selalu meraih nilai di atas rata-rata (90), bahkan bagaimana dengan nilai ujiannya, bisa dipastikan sempurna dalam setiap nilai ujian. Dari semangat belajarnya itu, ia kini mampu melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujar ustaz Muhammad Zakaria, dikutip datateks.

“Walaupun ia berasal dari kampung, tetapi karena memiliki ilmu, pasti kesuksesan akan menghampirinya,” dia menambahkan.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Sebagai implementasi nilai ilmu yang diiringi kepedulian, panitia menyalurkan santunan dan pemberian hadiah kepada anak yatim dan dhuafa, serta memberikan doorprize kepada peserta yang beruntung di sekitar wilayah Masjid Raya Bintaro Jaya. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan Ramadhan tidak berhenti pada dimensi personal, melainkan harus menghadirkan dampak nyata bagi sesama.

Bani Rizki, mantan Ketua LDK Syahid FDIKOM 2025, berbagi kegembiraannya dalam acara ini.

“Kehadiran Nirwana menjadi program yang menarik karena tidak hanya memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan masyarakat luas serta menjadi teladan bagi yang lain, tetapi juga menghadirkan sinergi antarkomunitas, antusiasme audiens, dan suasana hangat Ramadan yang didukung berbagai pihak, baik internal maupun eksternal kampus, sehingga tercipta harmoni kolaboratif dalam menghadirkan kontribusi terbaik di bulan suci,” ujar Rizki.

Tidak hanya Rizki. Nuraisa Najla, mantan Ketua Keputrian, turut berpartisipasi aktif.

“Ini pertama kalinya saya hadir di Masjid Raya Bintaro Jaya untuk mengikuti Nirwana. Sebagai demisioner, saya merasa senang. Sekaligus bangga melihat teman-teman yang dahulu dirangkul, kini mampu merangkul dengan baik. Mengawali kepengurusan dengan menghadirkan program yang bermanfaat, terutama bagi adik-adik yayasan,” Raisa menuturkan.

Kegiatan yang dihadiri 70 peserta ini ditutup dengan doa bersama dan shalat maghrib berjemaah. Melalui kegiatan tersebut, LDK Syahid FDIKOM berharap dakwah tidak hanya hidup pada momentum Ramadhan, tetapi terus terinternalisasi dalam pribadi anggota LDK Syahid FDIKOM untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan aku, semoga sayap dakwah di FDIKOM bisa terus melebar dan memberikan kebermanfaatan yang tidak hanya terbukti, tetapi juga bisa dirasakan oleh hati yang menerimanya,” ucap Raisa.

Pernyataan Raisa itu sejalan dengan cita-cita yang juga diungkapkan Bani Rizki selaku mantan Ketua LDK Syahid FDIKOM.

Rizki menegaskan, harapan terdalam bagi LDK Syahid FDIKOM agar wadah dakwah ini senantiasa menjadi garda terdepan dalam penyebaran, pengoptimalan, dan contoh kebaikan maupun kebermanfaatan, serta alternatif solusi bagi lingkungan FDIKOM. (DTT/HF)