Datateks.id, Teheran — Amerika Serikat dan Israel telah menyerang beberapa lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan yang disebutkan Presiden AS Donald Trump sebagai “operasi tempur besar-besaran”.
Disitat datateks dari Al Jazeera, serangan-serangan ini terjadi di tengah negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir dan rudal balistik Iran. Setelah berminggu-minggu ancaman yang meningkat dari Trump dan 8 bulan setelah AS dan Israel melancarkan konflik terbuka 12 hari melawan Iran.
Iran telah membalas dengan rudal yang diarahkan ke Israel utara. Namun, rincian korban dan kerusakan di Iran dan Israel masih minim saat ini.
Target Serangan AS dan Israel

Israel pertama kali mengumumkan pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, mereka telah meluncurkan serangan rudal ke Iran. Seorang pejabat AS kemudian mengatakan kepada Al Jazeera, serangan Israel dilakukan sebagai operasi militer gabungan dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Negeri Adidaya tersebut telah mengumpulkan armada besar jet tempur dan kapal perang di wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir. Mobilisasi militer terbesar AS di wilayah tersebut sejak perang Irak pada 2003.
Kantor berita Fars melansir, beberapa rudal menghantam Jalan Universitas dan wilayah Jomhouri di Teheran. Termasuk dekat markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran,
Associated Press mewartakan, serangan di ibu kota Iran terjadi di dekat kantor pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan ledakan juga terjadi di daerah Seyyed Khandan di utara Teheran.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di kota-kota Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam dan Karaj. Serta di Provinsi Lorestan, menurut media lokal.
Pernyataan Donald Trump
Saat mengumumkan “operasi tempur besar-besaran”, Trump mengatakan, tujuan kampanye AS adalah untuk “menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka”.
“Kita akan memusnahkan angkatan laut mereka,” Trump dalam suatu komentar di media sosial.
Trump juga mengatakan, AS akan memastikan “proksi” Iran (tampaknya merujuk pada sejumlah kelompok yang bersekutu dengan Teheran di kawasan itu, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Houthi) “tidak lagi dapat mengacaukan kawasan atau dunia”.
Trump mengulangi komentar sebelumnya, yakni tidak akan mengizinkan Iran mengembangkan senjata nuklir. Meskipun pihak Teheran telah berulang kali menyatakan dengan jelas mereka tidak tertarik untuk membangunnya.
“Rezim ini akan segera menyadari bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan dan kehebatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat,” ucap Trump.
Reuters mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan pemerintahan Trump sedang merencanakan “operasi yang berlangsung beberapa hari”.
Komentar Presiden AS tersebut mengindikasikan, Trump sedang mempersiapkan “panggung untuk revolusi di Iran”. Sekitar 73 tahun setelah CIA atau Dinas Rahasia AS mengatur kudeta terhadap Perdana Menteri Iran yang terpilih secara demokratis, Mohammad Mosaddegh. Demikian dilaporkan Alan Fisher dari Al Jazeera dari Washington DC.
“Mereka pernah melakukannya sebelumnya. Kali ini, mereka melakukannya dengan senjata dan bom, bukan secara diam-diam melalui CIA,” kata Fischer.
“Jelas bahwa ini akan menjadi operasi militer berkelanjutan, dengan Donald Trump menerima kenyataan bahwa mungkin akan ada korban jiwa,” Fischer menambahkan.
Respons Iran
Iran telah membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel, demikian konfirmasi militer Israel. Sirene terdengar di beberapa bagian negara itu, dan ledakan terlihat dan terdengar di wilayah utara Israel.
“Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” kata militer Israel.
“Saat ini, Angkatan Udara Israel beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika perlu untuk menghilangkan ancaman tersebut,” militer Israel menambahkan.
Sebelumnya, Ebrahim Azizi, Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, mengancam akan memberikan respons yang “menghancurkan”.
“Kami sudah memperingatkanmu!” tulis Azizi di media sosial. “Sekarang kamu telah memulai jalan yang ujungnya sudah di luar kendalimu.”
Di Manakah Para Pemimpin Iran?
Belum jelas di mana Khamenei yang berusia 86 tahun itu berada. Ia belum terlihat di depan umum selama beberapa hari lantaran ketegangan dengan AS semakin meningkat.
Jalan menuju kompleks kediaman Khamenei di pusat kota Teheran ditutup oleh pihak berwenang. Saat itu ledakan terdengar di seluruh ibu kota.
Adapun kantor berita IRNA milik pemerintah Iran mengutip sebuah sumber di kantor kepresidenan yang mengatakan Presiden Masoud Pezeshkian tidak terluka. (DTT)












