Datateks.id, Teheran — Serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di Provinsi Hormozgan di Iran selatan. Media pemerintah Iran melaporkan, serangan menewaskan sedikitnya 51 orang.
Hal ini memperparah dampak langsung terhadap warga sipil akibat bombardir besar-besaran Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Kantor berita Mehr Iran juga melaporkan, paling tidak 2 pelajar tewas akibat serangan Israel yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota, Teheran.
Melaporkan dari Teheran, Mohammed Vall dari Al Jazeera mengatakan tentang serangan terhadap sekolah perempuan tersebut. “Ada laporan baru yang mengonfirmasi bahwa jumlah orang yang tewas dalam serangan itu kini telah melampaui 40 orang.”
Baca Juga: AS-Israel Serang Teheran dan Beberapa Kota, Iran Balas Luncurkan Rudal
“Itu adalah target sipil. Dan itu adalah salah satu target yang mungkin benar-benar menjadi masalah terkait kampanye oleh Amerika dan Israel, yang mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan target militer dan mereka mencoba untuk menghukum rezim, bukan rakyat Iran,” Mohammed Vall melaporkan lebih lanjut.
“Presiden Trump (Donald Trump) telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan segera datang. Tetapi sekarang kita melihat korban jiwa di kalangan warga sipil. Itu adalah sesuatu yang akan ditekankan oleh pemerintah Iran sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran,” imbuhnya.

Adapun menurut Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran, ribuan warga sipil tewas atau terluka. Selain itu, infrastruktur publik rusak selama perang 12 hari AS-Israel terhadap Iran pada Juni 2025.
Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran bertujuan untuk menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran. Pemerintah Teheran dinilai membahayakan rakyat Amerika.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” ucap Trump.
Pun demikian pemerintah Tel Aviv. Mereka menggambarkan operasi militer itu sebagai serangan pendahuluan terhadap Iran.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan ledakan juga terjadi di wilayah Seyyed Khandan di utara Teheran. Media Iran lainnya mengutip serangan di seluruh negeri, termasuk di Provinsi Ilam bagian barat.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim melancarkan serangan rudal untuk “menghilangkan ancaman terhadap negara Israel”.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera, serangan itu dilakukan sebagai operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika. Negeri Adidaya itu bahkan telah mengumpulkan armada besar jet tempur dan kapal perang di wilayah tersebut. Terutama mencoba menekan Iran agar membuat kesepakatan mengenai program nuklirnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah mengerahkan kapal induk dan jet tempur. Termasuk kapal perusak berpeluru kendali dan kemampuan lainnya ke Timur Tengah. (DTT)












