Datateks.id, Cikarang — Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Faizal menyampaikan, arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai berangsur meningkat sejak akhir pekan. Hal tersebut disampaikan usai rapat koordinasi dengan jajaran polres wilayah yang digelar di Command Center Kilometer 29.
Menurut Brigjen Faizal, peningkatan volume kendaraan yang mengarah ke Jakarta sudah mulai terpantau sejak Sabtu lalu. Baik dari arah Jawa maupun Bandung, Jawa Barat. Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan arus balik mulai terjadi secara bertahap.
“Sesuai prediksi, arus balik mulai terjadi pada hari Sabtu. Tadi malam kami telah melakukan sejumlah “langkah rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta–Cikampek dari Km 70, Km 65 hingga Km 47,” ujar Brigjen Faizal, dilansir laman resmi Korlantas Polri, Senin (29/12/2025).
Baca Juga: Masniari Wolf, Ratu Gaya Punggung Andalan Indonesia, Siap Hadapi Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028
Ia menjelaskan, arus lalu lintas diperkirakan kembali landai pada Senin ini. Namun, potensi lonjakan kendaraan kembali diprediksi terjadi menjelang akhir pekan, yakni pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Buat mengantisipasi kondisi tersebut, Korlantas Polri menyatukan persepsi dengan seluruh kasatlantas dari 7 polda prioritas. Sejumlah kasatlantas lainnya juga mengikuti rapat secara daring melalui Command Center terkait langkah antisipasi dan pengendalian lalu lintas. Khususnya, pembatasan kendaraan sumbu tiga.
“Pelaksanaan kebijakan dilakukan secara humanis dan persuasif sesuai dengan atensi Kakorlantas Polri,” kata Dirgakkum.
Selain fokus pada arus balik, jajaran juga diminta mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan wisata. Baik lokasi rekreasi maupun kawasan pantai, yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan selama masa libur.
Terkait pergantian malam tahun baru, sekalipun tidak diperkenankan adanya kegiatan kembang api, Brigjen Faizal menegaskan, langkah rekayasa lalu lintas tetap disiapkan. Sosialisasi kepada masyarakat juga diminta dilakukan sejak dini guna mencegah kepadatan.
Lebih lanjut Dirgakkum menyampaikan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2, 3, dan 4 Januari 2026. Seiring dengan aktivitas masyarakat setelah perayaan tahun baru dan sebelum kembali bekerja pada 5 Januari 2026. (DTT/Ans)












