DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Awal Tahun Baru 2026, BNPB Laporkan Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.157 Jiwa

×

Awal Tahun Baru 2026, BNPB Laporkan Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatera Bertambah Jadi 1.157 Jiwa

Sebarkan artikel ini
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (1/1/2026). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari menggelar konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (1/1/2026). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)

Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kembali melaporkan data terbaru mengenai penanganan bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Pada awal tahun baru 2026, jumlah korban meninggal dunia terkonfirmasi bertambah menjadi 1.157 jiwa.

“Hari ini ada 3 jasad ditemukan di Aceh Utara, menambah jumlah total korban jiwa meninggal dunia dari 1.154 jiwa per kemarin menjadi 1.157 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 1 Januari 2026, melalui saluran resmi BNPB di YouTube.

Baca Juga: Malam Tahun Baru 2026 di Lokasi Bencana, Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Rakyat di Tengah Musibah

BNPB merinci, korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Aceh dengan 530 jiwa. Disusul Sumut 365 jiwa, dan Sumbar 262 jiwa.

Muhari menjelaskan operasi pencarian korban masih terus berlangsung di 3 provinsi tersebut, hingga seluruh daftar pencarian berkurang seminimal mungkin. Daftar orang hilang sebanyak 31 di antaranya berasal dari Aceh. Sebanyak 60 warga dari Sumut, serta 74 orang hilang berasal dari Sumbar.

BNPB juga mencatat masih ada 380.360 jiwa yang mengungsi akibat bencana tersebut. Rincinya, Aceh paling banyak dengan total warga mengungsi mencapai 356.655 orang. Sementara, Sumut sebanyak 13.770 orang dan Sumbar mencapai 9.935 orang.

Menurut Muhari, saat ini sudah tersedia sekitar 1.050 hunian sementara (huntara) yang sebagian besar siap ditempati bagi warga terdampak. Terutama di Aceh Tamiang dan wilayah lain.

Selain hunian sementara, pemerintah juga menyiapkan bantuan santunan ekonomi hingga perabot rumah tangga. “Dan ada beberapa santunan dari kementerian lembaga untuk penghidupan di daerah terdampak,” Abdul menandaskan. (DTT/Ans)