OPINISYIAR

Benarkah Film Samson Betawi Terinspirasi dari Mukjizat Nabi Syam’un?

×

Benarkah Film Samson Betawi Terinspirasi dari Mukjizat Nabi Syam’un?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Nabi Syam'un, AI.
Ilustrasi Nabi Syam'un, AI.

Datateks.id – Siapa yang pernah mendengar cerita Samson Betawi? Kisahnya telah banyak difilmkan dalam bentuk kartun maupun layar lebar. Bahkan di Indonesia, film berjudul Samson Betawi dibintangi aktor legendaris bernama Benyamin Sueb hingga Adul Gemilang di SCTV.

Film Samson Betawi menggambarkan sosok pria gagah perkasa dengan kekuatan hebat yang tak tertandingi. Dengan kekuatannya, Samson mampu menghancurkan berbagai bangunan dan benda keras yang tak bisa dilakukan oleh manusia lain.

Ternyata, cerita film Samson Betawi mirip Kisah Nabi Syam’un al-Ghozi A.S. Bahkan, banyak yang tak percaya bahwa cerita Samson diadopsi dari Kisah Nabi Syam’un.

Kisah Nabi Syam’un tercantum dalam kitab seperti Muqasyafatul Qulub dan Qishahul Anbiya’. Beliau adalah nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Layaknya para nabi lain, Allah SWT menganugerahkan mukjizat kepada Nabi Syam’un al-Ghozi A.S. Beliau memiliki kekuatan super yang tak dimiliki manusia biasa. Dengan fisiknya, beliau mampu membengkokkan bahkan mematahkan besi paling kuat, memutus rantai, serta merobohkan tembok besar dan bangunan megah.

Di balik kekuatannya, Nabi Syam’un berperang melawan bangsa penentang keesaan Allah SWT. Bahkan, beliau tak segan untuk membunuh Raja Israil yang zalim.

Raja Israil berusaha menaklukkan Nabi Syam’un al-Ghozi A.S. Ia rela memberikan hadiah besar bagi yang mampu memusnahkannya. Namun, usahanya sia-sia karena tak ada yang mampu mengalahkan Nabi Syam’un.

Saking kuatnya, kaum kafir tak menemukan celah untuk menaklukkan nabi Syam’un. Akhirnya, mereka menawari istrinya hadiah besar agar membawa suaminya dalam kondisi tak berdaya.

Nabi Syam’un al-Ghozi A.S. pun dikhianati istrinya yang dicintainya. Demi hadiah, sang istri mencari kelemahan kekuatannya. Akhirnya, Nabi Syam’un menceritakan rahasianya: rambut panjangnya jadi sumber kekuatannya.

Bahkan, borgol besi, rantai, hingga tali rami tak mampu menahannya, karena pasti diputuskannya. Namun, jika tubuhnya diikat dengan rambutnya sendiri, beliau tak akan berdaya. Itulah titik lemah kekuatan Nabi Syam’un tersebut.

Saat Nabi Syam’un tertidur pulas, istrinya memotong rambutnya dan mengikat tubuhnya hingga tak berdaya. Akhirnya, beliau diserahkan kepada Raja Israil.

Raja itu menyiksa dan membutakan kedua mata Nabi Syam’un al-Ghozi A.S. Beliau juga dipotong tangannya seperti guling. Saat itu, beliau berdoa, bertaubat, dan memohon kekuatan kepada Allah SWT agar lepas dari belenggu.

Doanya dikabulkan Allah SWT. Saat itu juga, Nabi Syam’un merobohkan istana raja beserta kaum kafir di dalamnya, termasuk istrinya.

Nabi Syam’un al-Ghozi A.S. berjanji kepada Allah SWT untuk berjuang selama seribu bulan tanpa henti, bersenjata tulang rahang keledai, dengan diberi umur hingga 83 tahun empat bulan demi menegakkan agama-Nya.

Perjuangan itu begitu luar biasanya sehingga turunlah Surah Al-Qadr pada malam Lailatul Qadar. Pahalanya satu malam setara ibadah seribu bulan, persis janji jihad Nabi Syam’un. Bayangkan: 83 tahun empat bulan pengabdian total (sekitar seribu bulan lebih) jadi simbol ridha ilahi. Ini mengajarkan umat bahwa jihad fi sabilillah mendekatkan kita pada keutamaan malam seribu bulan. (Hilmy Farid, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah)