Datateks.id, Jakarta — Debut di SEA Games biasanya menjadi ujian berat bagi seorang atlet, namun tidak bagi Leica Al Humaira Lubis. Penampilan pertama menjadi arena pembuktian. Leica Lubis langsung membawa pulang medali emas saat SEA Games 2025 Thailand.
Leica berhasil meraih emas di cabang olahraga karate nomor +68 kilogram putri. Bagi dia, hasil tersebut sebagai pencapaian luar biasa yang lahir dari perjuangan, disiplin, dan keyakinan pada diri sendiri.
Final melawan wakil tuan rumah, Songklin Kewalin menjadi momen paling menegangkan. Sorak suporter lawan menggema, tekanan terasa berlipat. Leica mengakui, situasi itu sempat membuatnya panik. “Pas final itu tekanannya beda. Satu langkah salah, emas bisa hilang,” Leica menuturkan, dilansir laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga atau Kemenpora yang disitat datateks pada Minggu (4/1/2026).
Sebelum laga, pelatih menangkap kegugupan di wajah Leica. Pesan yang disampaikan pun sederhana, namun mendalam. Partai puncak bukan lagi soal menghadapi lawan di depan mata, melainkan menghadapi diri sendiri.
Pelatih percaya pada kemampuan Leica, tapi sekaligus mengingatkan gugup bisa menghapus hasil latihan panjang. Jelas ini sebuah tantangan mental yang harus ditaklukkan wanita asal Sumatera Utara tersebut.
Leica bahkan tak menyangka dirinya bisa meraih emas. Dia sempat gelisah. Hanya saja, konseling dari pelatih menjadi titik balik. Leica meluangkan waktu menyendiri sejenak, mengingat kembali proses panjang yang telah dilalui hingga bisa berdiri di panggung internasional.
Ketika namanya dipanggil memasuki pentas pertandingan, semuanya berubah. Leica merasa benar-benar siap. Menghadapi atlet Thailand yang merupakan pemain lama SEA Games, Leica mengandalkan kebiasaan observasi sebelum bertanding. Dia sudah memahami pola dan pergerakan tipikal lawan.
“Bersyukur akhirnya bisa mendapatkan emas, ini adalah momen bersejarah bagi aku,” ujar Leica.
Hasil di ajang pesta olahraga Asia Tenggara jadi prestasi lanjutan yang diraih oleh Leica. Sebelumnya, Leica adalah peraih medali emas di PON 2024 Aceh-Sumatera Utara.
Peran Besar Keluarga
Leica mengenal olahraga karate dari ayahnya, Andi Lubis. Sang ayah merupakan jurnalis foto di Medan. Pasang surut telah dilaluinya, nyaris menyerah usai tak mendapatkan hasil bagus di Porprov Sumut 2022. Lalu dia bangkit dan hingga kini menjadi andalan tim nasional.
“Medali ini untuk keluarga. Mereka punya peran besar dalam karier aku. Saat (performa) aku di atas atau di bawah, mereka selalu ada. Bonus yang didapat nantinya untuk membangun rumah buat orang tua. Sebagiannya investasi dan tabungan masa depan,” Leica menjelaskan.
Ke depan, target besar sudah menanti atlet berusia 21 tahun itu. Kejuaraan Karate Asia tahun depan menjadi agenda terdekat, disusul mimpi tampil di Asian Games 2026. “Harapannya, semoga aku bisa mempertahankan performa dan terus berkembang,” Leica Lubis memungkasi. (DTT/Ans)












