DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Bukan Hanya Fisik, Kemenkes Pulihkan Kesehatan Jiwa Korban Bencana Sumatera

×

Bukan Hanya Fisik, Kemenkes Pulihkan Kesehatan Jiwa Korban Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, banyak korban bencana, terutama anak-anak, mengalami trauma akibat kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal. (Sumber Foto: kemkes.go.id)
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, banyak korban bencana, terutama anak-anak, mengalami trauma akibat kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal. (Sumber Foto: kemkes.go.id)

Datateks.id, Jakarta — Kementerian Kesehatan atau Kemenkes menegaskan, penanganan dampak bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan fisik. Namun juga mencakup pemulihan kesehatan jiwa masyarakat terdampak.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengemukakan, banyak korban bencana, terutama anak-anak, mengalami trauma akibat kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal. Untuk itu, Kemenkes mengerahkan relawan psikolog klinis ke wilayah terdampak sebagai bagian dari layanan kesehatan terpadu.

“Yang kita beresin bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan jiwanya,” ujar Menteri Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatera di Graha BNPB, Jakarta, dilansir laman resmi Kemenkes pada Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Menkes Klaim dari 152 Puskesmas Rusak Berat, Tinggal 3 Belum Beroperasi Pasca-Bencana Sumatera

Dalam setiap pengiriman relawan kesehatan, Kemenkes turut menyertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis yang bertugas memberikan pendampingan psikososial. Para psikolog melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan mental. Misalnya, bercerita, bermain, dan aktivitas interaktif lainnya. Khususnya bagi anak-anak di lokasi pengungsian, agar kembali merasa aman dan nyaman.

Menkes Budi menilai pendekatan tersebut penting untuk mencegah trauma berkepanjangan pada korban bencana karena tidak semua dampak bencana bersifat fisik. Upaya pemulihan kesehatan jiwa juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Serta melibatkan tokoh publik untuk menciptakan suasana yang lebih positif di lingkungan pengungsian.

Pemulihan kesehatan mental ini dilaksanakan seiring dengan pemulihan layanan kesehatan fisik, sehingga masyarakat terdampak dapat bangkit secara menyeluruh dari dampak bencana.

Menteri Budi Gunadi Sadikin pun berharap perhatian terhadap kesehatan jiwa dapat mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat di wilayah terdampak. (DTT/Ans)