DAERAHNASIONALPERISTIWA

Gelembung Gas Muncul di Area Bekas Banjir Bandang Nagan Raya

×

Gelembung Gas Muncul di Area Bekas Banjir Bandang Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
ilustrasi Gelembung Gas, AI.
ilustrasi Gelembung Gas, AI.

Datateks.id. Jakarta Diduga gelembung gas alam muncul di wilayah bekas banjir bandang di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Fenomena tersebut ditemukan di Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, setelah banjir bandang, pada 26 November 2025 lalu, banjir bandang tersebut menyisakan endapan lumpur tebal di permukiman warga.

Sedikitnya terdapat lima titik gelembung gas yang muncul dari lumpur pascabanjir dan masih aktif hingga saat ini. Menanggapi viralnya temuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung serta mengidentifikasi sumber keluarnya gas.

Iptu Ade Haidir selaku Kapolsek Darul Makmur, mengungkapkan bahwa warga sempat mencoba membakar salah satu titik menggunakan korek api hingga menimbulkan semburan api cukup besar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ade.

Ia menambahkan bahwa titik-titik gelembung gas berada di area yang sebelumnya terdampak langsung oleh banjir bandang. Pihak kepolisian telah melaporkan temuan ini kepada pimpinan serta berkoordinasi dengan camat untuk diteruskan ke pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

Sebagai langkah antisipasi, lokasi semburan gas telah dipasangi garis polisi sementara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga mendekati titik keluarnya gas mengingat potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga akan melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh. Kajian tersebut bertujuan memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. Lokasi temuan juga dipantau secara berkala oleh aparatur desa bersama unsur terkait.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan,” tegas Zulkifli, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan teknis dari Dinas ESDM Aceh diterima.

(DTT/HF)