Datateks.id, Lumajang — Hanya berselang satu jam, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan status Gunung Semeru dinaikkan dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Status gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut naik dua level setelah erupsi besar pada Rabu siang tadi.
“Menginformasikan kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level III (Siaga) ke level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB,” ucap Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Komisi III DPR Setujui Tujuh Calon Anggota Komisi Yudisial 2025–2030
Untuk itu, Kepala Badan Geologi merekomendasikan tak ada aktivitas apa pun di sektor selatan tenggara dengan radius 8 km dari puncak atau pusat erupsi. Wafid pun mengimbau warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun datateks, gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu mengalami erupsi besar pada Rabu siang tadi. Gunung Semeru kemudian meluncurkan awan panas hingga 5,5 killometer. Bahkan, Semeru dilaporkan erupsi sejak Rabu subuh.
Rekomendasi
Berikut rekomendasi yang dilansir laman MAGMA Indonesia Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG):
1. Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar
2. Tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
3. Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (DTT/Ans)












