DAERAHHEADLINEPERISTIWA

Hari ke-5, BNPB Dampingi Penanganan Darurat Erupsi Semeru

×

Hari ke-5, BNPB Dampingi Penanganan Darurat Erupsi Semeru

Sebarkan artikel ini
Dukungan BNPB dalam pemotretan foto udara melalui drone pada kawasan terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jatim, pada Minggu (23/11/2025). (Foto: Dok. BNPB)
Dukungan BNPB dalam pemotretan foto udara melalui drone pada kawasan terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jatim, pada Minggu (23/11/2025). (Foto: Dok. BNPB)

Datateks.id, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB telah mendampingi BPBD dalam penanganan darurat pasca-letusan Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Provinsi Jawa Timur. Selain itu, bantuan didorong untuk memenuhi kebutuhan para warga terdampak erupsi.

“Berdasarkan data BNPB pada Minggu (23/112025), pukul 18.00 WIB, bantuan telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang berupa bantuan pangan dan non-pangan. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan bersama antara BNPB dan perwakilan Komisi VIII DPR,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis yang diterima datateks.

Baca Juga: Ada Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi, Gubernur Mahyeldi Imbau Warga Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan

Abdul Muhari menjelaskan, bantuan dimanfaatkan oleh mereka yang tempat tinggalnya terdampak maupun masyarakat sekitar yang turut terpapar abu vulkanik. Bantuan BNPB tersebut meliputi matras 300 lembar, terpal 300 lembar, selimut 300 lembar, masker medis 200 boks, plastik sampah 200 paket dan alat kebersihan 150 paket, sedangkan pangan terdiri dari makanan siap saji 1.000 buah dan sembako 200 paket.

Selain bantuan, personel BNPB membantu untuk manajemen logistik. Misalnya, penataan dan administrasi gudang di pos-pos lapangan yang berada di Pronojiwo dan Candipuro.

Prioritas Pos Pengungsian

Bantuan diprioritaskan kepada mereka yang harus mengungsi di pos-pos pengungsian. Data sementara, titik pengungsian berada di SMP 02 Pronojiwo dengan 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang 221 jiwa. “Meskipun berada di pengungsian, mereka tetap beraktivitas, seperti membersihkan rumah mereka yang terdampak abu vulkanik maupun tetap bekerja,” Abdul Muhari menambahkan.

Terkait dengan adanya pos pengungsian, BNPB memastikan pelayanan dasar kepada warga terpenuhi secara optimal. BNPB mengapresiasi dukungan berbagai pihak, seperti pelayanan sejumlah dapur umum untuk masyarakat terdampak, seperti dari Palang Merah Indonesia, Universitas Brawijaya dan organisasi perangkat daerah. Sedangkan di bidang medis, dinas setempat juga melakukan pelayanan kesehatan warga.

Di samping manajemen logistik, BNPB membantu untuk pemetaan dengan pesawat nirawak. “Hari ini personel BNPB memotret dari udara kawasan hunian tetap Sumbermujur, serta aliran lahar hujan di jembatan Gladak Perak,” Abdul Muhari menyampaikan.

Dukungan BNPB dalam pemotretan foto udara melalui drone pada kawasan terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jatim, pada Minggu (23/11/2025). (Foto: Dok. BNPB)
Dukungan BNPB dalam pemotretan foto udara melalui drone pada kawasan terdampak awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jatim, pada Minggu (23/11/2025). (Foto: Dok. BNPB)

Dampak Erupsi

Berdasarkan data sementara hingga Minggu (23/11/2025), lokasi terdampak berada pada 3 desa di 2 kecamatan. Desa-desa terdampak, yakni Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Lebih jauh Abdul Muhari mengatakan, terdapat 3 warga luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD dr Haryoto, Lumajang. Sedangkan kerugian materi terdiri dari rumah rusak berat 21 unit serta fasilitas pendidikan (fasdik), fasilitas kesehatan (faskes), dan gardu Perusahaan Listrik Negara (PLN) masing-masing rusak berat 1 unit. Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 hektare rusak.

Adapun Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, terhitung 19–25 November 2025. Status aktivitas vulkanik gunung ini berada pada level tertinggi atau level IV (Awas). (DTT/Ans)