HEADLINENASIONAL

Pimpin HGN 2025 di Surabaya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Hargai Jerih Payah Guru

×

Pimpin HGN 2025 di Surabaya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Hargai Jerih Payah Guru

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional atau HGN 2025 di Kota Surabaya, Jatim. (Tangkapan layar kanal resmi Kemdikdasmen di YouTube, @dikdasmenRI)
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional atau HGN 2025 di Kota Surabaya, Jatim. (Tangkapan layar kanal resmi Kemdikdasmen di YouTube, @dikdasmenRI)

Datateks.id, Surabaya — Ada pesan khusus bertepatan Hari Guru Nasional atau HGN 2025. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, kinerja guru tidak seharusnya diukur semata dari angka dan capaian administratif.

Ia mengingatkan, pendidikan sejatinya menjadi tanggung jawab bersama, dengan orang tua dan keluarga sebagai fondasi utamanya. “Jangan hanya menilai kinerja dan menghakimi mereka dari angka-angka. Sejatinya, tanggung jawab pendidikan yang pertama dan utama adalah orang tua dan keluarga.”

“Berilah kesempatan para guru membantu mendidik anak-anak dengan cara terbaik, perbaiki komunikasi, kerja sama, dan saling menghargai,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat memimpin upacara peringatan HGN 2025 di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/11/2025), disiarkan melalui kanal resmi Kemdikdasmen di YouTube, @dikdasmenRI.

Baca Juga: Di Tengah Surplus 3,7 Juta Ton, NasDem Sayangkan Impor Beras ke Sabang

Menurut Mendikdasmen, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas. Namun, juga sebagai agen peradaban yang mengemban tugas profetik. Mencerdaskan generasi, membangun nalar kritis, membentuk kejernihan hati, serta menanamkan akhlak mulia.

Ia menilai, di tengah kompleksitas persoalan anak dan remaja saat ini, peran guru justru semakin krusial. Murid kini dihadapkan pada beragam tantangan. Mulai dari masalah akademik, sosial, moral, hingga tekanan ekonomi keluarga, kecanduan gawai, bahkan paparan judi online.

“Kehadiran guru sebagai agen peradaban semakin diperlukan di tengah persoalan yang makin kompleks. Mereka bukan hanya mendidik, tapi juga membimbing dan melindungi,” Abdul Mu’ti menambahkan.

Abdul Mu’ti pun mengimbau masyarakat agar lebih menghargai jerih payah para guru yang selama ini bekerja tidak hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan kesabaran, empati, dan ketulusan. “Saya mengimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak agar menghargai jerih payah para guru.”

Perkuat Jati Diri dan Niat Pengabdian

Di sisi lain, ia sekaligus mengajak para guru untuk terus memperkuat jati diri dan niat pengabdian. Menurut Mendikdasmen, tugas mulia tersebut membutuhkan stamina intelektual, sosial, dan moral yang prima, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Guru ideal harus teguh, tegar, dan memiliki daya tahan moral yang kuat agar mampu membimbing generasi masa depan di tengah perubahan yang begitu cepat,” Mendikdasmen Abdul Mu’ti memungkasi. (DTT/Ans)