DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Sebulan Usai Banjir-Longsor Sumatera, Menko Pratikno: Kami Tak Libur Tangani Bencana

×

Sebulan Usai Banjir-Longsor Sumatera, Menko Pratikno: Kami Tak Libur Tangani Bencana

Sebarkan artikel ini
Menko PMK Pratikno menggelar konferensi pers perkembangan terkini penanganan bencana Sumatera secara daring dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (25/12/2025). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)
Menko PMK Pratikno menggelar konferensi pers perkembangan terkini penanganan bencana Sumatera secara daring dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (25/12/2025). (Tangkapan layar saluran resmi BNPB di YouTube)

Datateks.id, Banda Aceh — Bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, tepat sebulan lalu menerjang 3 provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Untuk itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Menko PMK Pratikno turut menyampaikan situasi pascabencana Sumatera dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

“Bapak Ibu yang saya hormati, hari ini tepat satu bulan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Pratikno dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (25/12/2025), melalui saluran resmi BNPB di YouTube.

Menko Pratikno menjelaskan sedang berada di Aceh. Dia mengawal langsung penanganan pascabencana di Sumatera.

Baca Juga: Sambut Natal 2025, Ketua DPR Serukan Solidaritas Bangsa dan Perkuat Empati di Tengah Berbagai Bencana

Pratikno sekaligus memastikan langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana terus dijalankan semua jajarannya. “Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi menolong masyarakat yang terdampak bencana.”

12 dari 52 Kabupaten/Kota Transisi Fase Pemulihan

Bukan hanya itu. Menurut Menko Pratikno, sebagian wilayah terdampak banjir Sumatera telah menuju fase pemulihan.

Hanya saja, Pratikno menambahkan, banyak pula wilayah masih berada di fase tanggap darurat. Rincinya, sebanyak 12 dari 52 kabupaten/kota di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar, telah memasuki transisi ke fase pemulihan.

Di Aceh, misalnya, masih ada 11 kabupaten/kota yang memperpanjang status tanggap darurat. “Semua ini untuk memastikan upaya tanggap darurat yang dibutuhkan oleh warga bisa dilakukan dengan maksimal, dan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase pemulihan,” Menko PMK Pratikno menjelaskan.

Praktikno tak merinci kabupaten/kota mana saja dan berapa lama perpanjangan itu. Namun, dia menilai keputusan tersebut diperlukan. Terutama agar pemerintah daerah atau pemda benar-benar siap beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat.

Percepatan Pembangunan Huntara dan Huntap

Menko Pratikno sekaligus menyampaikan proses percepatan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) hingga rumah hunian tetap (huntap) di Aceh, terus berjalan. Seperti di 2 provinsi lainnya.

Di Sumbar, Menko PMK memaparkan, pembangunan huntara telah berlangsung di 6 kabupaten/kota. Sementara di Sumut, proses serupa berjalan di 3 kabupaten/kota dan terus bertambah.

Menurut Pratikno, semua itu sebagaimana ​arahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh jajaran pemerintah mengerahkan sumber daya nasional secara terpadu. Terutama, memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan.

“Percepatan pembangunan hunian ini dikerjakan bersama-sama, dikoordinasikan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta organisasi kemasyarakatan,” Menko Pratikno mengemukakan. (DTT/Ans)