DAERAHHEADLINENASIONALPERISTIWA

Siklon Tropis Hayley Pengaruhi Cuaca di Indonesia, BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat hingga Awal Tahun 2026

×

Siklon Tropis Hayley Pengaruhi Cuaca di Indonesia, BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat hingga Awal Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
BMKG memprakirakan potensi peningkatan hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dipicu dinamika iklim global dan aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Tanah Air. (Tangkapan layar akun @infobmkg di Instagram)
BMKG memprakirakan potensi peningkatan hujan dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dipicu dinamika iklim global dan aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Tanah Air. (Tangkapan layar akun @infobmkg di Instagram)

Datateks.id, Jakarta — Potensi cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah Indonesia hingga awal 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan potensi peningkatan hujan dan cuaca ekstrem dipicu dinamika iklim global serta aktivitas siklon tropis di sekitar wilayah Tanah Air.

Prediksi cuaca itu dikemukakan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin, 29 Desember 2025.

Faisal menjelaskan pula, Indonesia saat ini berada dalam pengaruh fenomena La Nina lemah yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2026. Kondisi ini memicu pembentukan awan hujan secara intensif di wilayah Indonesia. Sebab, suhu muka laut domestik yang lebih hangat dibanding Samudra Pasifik dan Hindia.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi dari anomali suhu muka air laut di perairan Indonesia yang menyebabkan kita menjadi steam engine atau tungku terbentuknya awan-awan tinggi yang menyebabkan curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia,” ucap Faisal kepada wartawan, dikutip datateks pada Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Wamensos Pastikan Bantuan Sosial dan Logistik Tersalurkan Cepat bagi Korban Bencana di Sumatera

Siklon Tropis Hayley

Bukan hanya itu. Menurut Faisal, saat ini terdapat Siklon Tropis Hayley yang terbentuk dari bibit siklon 96S sejak 25 Desember lalu. Kemudian berkembang menjadi siklon dewasa pada 26 Desember 2025 di wilayah kerja Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Australia.

BMKG memantau pula ada bibit siklon 98S yang muncul di utara Australia sejak 27 Desember silam. “Pembentukan siklon ini sebenarnya sudah dapat kami pantau sejak empat hingga tujuh hari sebelumnya, kita sudah dapat memantau secara real time ya, bagaimana pembentukannya, dia akan bergerak ke mana, lintasannya, kemudian apakah kategorinya masuk kategori 1, 2, 3, dan seterusnya.”

Adapun Siklon Hayley berdampak seperti hujan sedang hingga lebat yang akan terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Disertai dengan angin kencang serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Sekalipun demikian, Faisal menegaskan Indonesia bukan wilayah rawan siklon tropis. “Selama 55 tahun terakhir, hanya 5 siklon yang tercatat melintasi atau mendekati wilayah Indonesia. Dan sebagian besar berkategori rendah. Efek Coriolis di wilayah khatulistiwa membuat siklon melemah saat mendekati Indonesia.”

Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2026 di Sumatera bagian selatan, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua bagian Selatan. Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 500 milimeter per bulan, berpotensi terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

“Jadi nanti untuk curah hujan yang kategori sangat tinggi, lebih dari 500 mm per bulan, itu untuk bulan Januari ada di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi Selatan,” Faisal memaparkan.

Sementara pada Februari 2026, menurut Faisal, sebagian pesisir timur Sumatera mulai memasuki musim kemarau. Dengan demikian, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan juga perlu diperhatikan.

Adapun untuk periode 29 Desember hingga 4 Januari 2026, BMKG memetakan hujan lebat di sebagian besar Sumatera bagian selatan dan Pulau Jawa dalam tiga hari pertama. Dengan cakupan sekitar 57 persen wilayah. “Hujan sangat lebat sampai ekstrem ini nihil ya, tidak terjadi. Kecuali pada 31 Desember kemungkinan dapat terjadi di Provinsi Aceh,” Faisal menambahkan.

Peringatan Dini Angin Kencang

BMKG sekaligus mengeluarkan peringatan dini akan angin kencang di Kepulauan Riau, Bengkulu, dan Sulawesi Selatan,. Termasuk Banten, Lampung, dan Sumatera Barat pada akhir Desember 2025.

Faisal menegaskan pual, informasi cuaca ini disampaikannya bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Informasi terkait dengan kondisi cuaca ini harapannya bukan untuk menurunkan jumlah wisatawan ke daerah-daerah wisata. Tapi untuk memberikan kewaspadaan untuk menyampaikan informasi terkini tentang bagaimana kondisi cuaca kemudian juga gelombang tinggi yang ada di daerah sekitarnya,” Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memungkasi. (DTT/Ans)