Datateks.id, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendesak kepala daerah di wilayah terdampak banjir di Sumatera untuk mempercepat pendataan rumah rusak berat guna mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
Tito menegaskan, percepatan pendataan menjadi kunci utama agar penyintas bencana tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara).
“Rakyat menunggu. Mereka jangan terlalu lama tinggal di huntara. Kunci utama pembangunan hunian tetap itu adalah data,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Ia meminta pemerintah daerah segera membentuk tim khusus di lapangan untuk mendata rumah yang rusak berat maupun hilang.
“Tolong bantu gubernur dengan membentuk satgas untuk mendata rumah yang rusak berat dan hilang,” katanya.
Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 37.000 unit huntap bagi masyarakat terdampak. Dalam skema yang disiapkan, warga dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi asal sepanjang dinyatakan aman dari risiko bencana.
Pemerintah pusat akan memberikan bantuan sebesar Rp60 juta per unit rumah yang disalurkan dalam dua tahap.
Selain skema mandiri, pembangunan huntap juga dapat dilakukan oleh negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan batas anggaran yang sama.
Pemerintah juga membuka opsi relokasi ke kawasan permukiman baru berbasis komunitas. Dalam skema ini, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lahan, termasuk memanfaatkan aset negara maupun BUMN.
Untuk pembangunan kawasan tersebut, dukungan akan diberikan melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Namun demikian, Tito mengakui proses pembangunan huntap saat ini masih terkendala kelengkapan data dari pemerintah daerah, sehingga realisasi di lapangan berjalan lebih lambat dari target.
“Saya belum bisa menentukan angka pasti pembangunan huntap karena masih menunggu data dari daerah. Ini yang terus kami dorong agar segera diselesaikan,” pungkas Tito.












