EKONOMIHEADLINENASIONAL

Indonesia Bangun 218 Jembatan dalam 2,5 Bulan

×

Indonesia Bangun 218 Jembatan dalam 2,5 Bulan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja satuan tugas pembangunan jembatan pemerintah dalam rapat kabinet yang digelar di Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja satuan tugas pembangunan jembatan pemerintah dalam rapat kabinet yang digelar di Jakarta.

Datateks.id  – Pemerintah Indonesia menyelesaikan pembangunan 218 jembatan di berbagai wilayah dalam waktu dua setengah bulan.

Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Tanah Air.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja satuan tugas pembangunan jembatan pemerintah dalam rapat kabinet yang digelar di Jakarta.

Menurutnya, penyelesaian ratusan jembatan dalam waktu relatif singkat menunjukkan respons cepat pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur.

Baca Juga: ASEAN Percepat Pengurangan Kesenjangan Pembangunan Lewat 120 Proyek IAI

Prabowo menilai pembangunan jembatan tersebut sangat penting untuk memperkuat konektivitas wilayah, terutama di daerah terpencil serta kawasan yang terdampak bencana.

“Pekerjaan ini mencerminkan respons cepat pemerintah sekaligus komitmen untuk meningkatkan konektivitas nasional,” ujarnya.

Selain membahas pembangunan infrastruktur, rapat kabinet juga menyoroti kondisi ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi stabil.

Menurut Airlangga, konsumsi domestik masih menjadi penggerak utama perekonomian nasional dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia juga menyebutkan bahwa posisi utang luar negeri Indonesia masih berada pada tingkat yang relatif rendah, yakni sekitar 29,9 persen dari PDB.

Sementara itu, cadangan devisa Indonesia tercatat mencapai 151,9 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar enam bulan impor.

Pemerintah menilai kombinasi antara stabilitas ekonomi dan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia.