Datateks.id – Aktris muda Sheryl Jesslyn membagikan pengalaman sekaligus tantangan yang ia hadapi saat memerankan karakter idol K-Pop dalam film Ada K-Pop dalam Koplo (AKDK).
Dalam film tersebut, Sheryl memerankan karakter Soo Jin, seorang mantan anggota girl group yang kini menjalani karier sebagai penyanyi solo.
Karakter ini tidak hanya tampil sebagai sosok idola yang glamor, tetapi juga memiliki sisi emosional yang kompleks.
Sheryl menjelaskan bahwa karakter Soo Jin memiliki dua sisi yang sangat berbeda.
Di depan publik, ia digambarkan sebagai sosok yang elegan, percaya diri, dan selalu tampil sempurna seperti seorang idol.
Namun di balik panggung, Soo Jin menyimpan trauma masa lalu yang membuatnya menjadi pribadi yang sensitif.
“Karakter Soo Jin memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang. Di atas panggung dia harus selalu tampil elegan dan percaya diri selayaknya seorang idola, tapi di balik layar sebenarnya sangat sensitif karena menyimpan trauma masa lalu,” ujar Sheryl.
Baca Juga: Indonesia Bangun 218 Jembatan dalam 2,5 Bulan
Salah satu tantangan terbesar bagi Sheryl adalah memerankan adegan ketika karakter Soo Jin mengalami serangan panik akibat trauma tersebut.
Ia mengaku harus mempelajari kondisi panic attack secara mendalam agar mampu menampilkan emosi yang meyakinkan di layar.
“Tantangan aku mungkin lebih ke saat Soo Jin kena panic attack karena traumanya. Aku belum pernah mengalami itu, jadi untuk memperlihatkan kondisi itu aku harus belajar merasakan panic attack,” katanya.
Meski demikian, Sheryl merasa latar belakangnya sebagai influencer yang mengikuti perkembangan industri K-Pop cukup membantu dalam memahami dinamika kehidupan seorang idol.
Menurutnya, kehidupan figur publik sering kali terlihat glamor di depan kamera, tetapi memiliki sisi personal yang jauh lebih kompleks.
Syuting di Korea Selatan Perkuat Cerita Pertemuan Budaya
Selain tantangan akting, Sheryl mengaku mendapatkan pengalaman berkesan selama proses produksi film di Korea Selatan.
Salah satu momen yang paling menarik adalah saat proses syuting di sekitar Sungai Hangang di Seoul.
“Berperan di film ini seru karena menyatukan dua hal yang kelihatannya beda jauh, yaitu K-Pop dan koplo. Waktu kita ambil gambar di sekitar Sungai Hangang, perpaduan dua budaya ini kerasa makin hidup dan beneran nyata,” ujarnya.
Film Ada K-Pop dalam Koplo disutradarai oleh Arwin Tri Wardhana dan diproduseri oleh Mo Sidik bersama Adi Nugroho.
Baca Juga: ASEAN Percepat Pengurangan Kesenjangan Pembangunan Lewat 120 Proyek IAI
Ceritanya mengangkat pertemuan dua budaya musik berbeda, yakni K-Pop dari Korea Selatan dan musik koplo dari Indonesia.
Proses syuting film ini berlangsung di dua negara untuk memperkuat latar cerita.
Beberapa lokasi pengambilan gambar di Korea Selatan antara lain kawasan Hongdae, tepi Sungai Hangang, serta Bandara Internasional Incheon.
Sementara di Indonesia, proses produksi berlangsung di sejumlah lokasi di Yogyakarta, termasuk Dusun Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, serta Taman Budaya Embung Giwangan.
Selain Sheryl Jesslyn, film ini juga dibintangi oleh Ariyo Wahab, Indra Birowo, Elang El Gibran, dan Nina Tamam, serta menghadirkan penampilan spesial dari Om Wawes.
Menurut tim produksi, pengambilan gambar di Korea Selatan menjadi bagian penting untuk menghadirkan suasana cerita yang autentik sekaligus mempertemukan dua budaya musik yang berbeda.
“Syuting di Korea menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan cerita yang lebih autentik. Film ini mencoba mempertemukan semangat musik koplo Indonesia dengan fenomena K-Pop yang mendunia,” ujar Executive Producer Danang Wicaksana Sulistya.
Film drama komedi ini diharapkan dapat menghadirkan warna baru dalam industri perfilman nasional dengan menggabungkan unsur budaya lokal Indonesia dan fenomena budaya populer global.






