HEADLINENASIONALPERISTIWA

Lebih dari 1.600 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir, Beberapa Titik Sudah Surut

×

Lebih dari 1.600 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir, Beberapa Titik Sudah Surut

Sebarkan artikel ini
Salah satu titik banjir terparah di wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)
Salah satu titik banjir terparah di wilayah Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)

Datateks.id, Jakarta — Lebih dari 1.600 warga Jakarta mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman akibat hujan deras melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis, 22 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, lokasi pengungsi tersebar di beberapa titik. Di wilayah Jakarta Timur tersebar di 3 kelurahan antara lain, 2 titik di Kelurahan Cawang. Rincinya, Mushala Al Islah sebanyak 60 jiwa dan Saung Lapangan Tenis RW 03 sebanyak 60 jiwa.

Sementara di Kelurahan Bidara Cina titik pengungsi di Aula Kelurahan Bidara Cina sebanyak 107 jiwa, 40 jiwa di Masjid Al Abror RW 11 dan 15 jiwa di Gedung SKKT RW 11. Kemudian di Kelurahan Kampung Melayu terdapat 2 titik, di SDN Kampung Melayu 01 dan 02 sebanyak 250 jiwa, Masjid Jami Itihadul Ikhwan 70 jiwa.

Kondisi pengungsi banjir di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)
Kondisi pengungsi banjir di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)

Untuk wilayah Jakarta Barat, titik pengungsian tersebar di 4 kelurahan. Di antaranya di Kelurahan Rawa Buaya, yakni di Masjid Baitul Rahman 97 jiwa, Masjid Hidayatussalam 9 jiwa, Mushola Nurul Ikhsan RT 006/01 18 jiwa. Serta di Balai Warga RT 09/02 25 jiwa, SDN 02 Rawa buaya 63 jiwa, SDN 03 Rawa buaya 38 jiwa, dan SDN 07 Rawa buaya 230 jiwa.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan ke 3 Negara, Seskab Teddy Sebut Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp90 Triliun

Selanjutnya di Kelurahan Kembangan Selatan di Kantor JNE Kembangan Selatan 82 jiwa. Kelurahan Kembangan Utara di Gg. Nurul Muslimin RT 07/01 114 jiwa, Sekretariat Jl. H. Bule RT.008/01 40 jiwa, SDN 01 RT 01/02 16 jiwa, dan Mushola Al-Hidayah RT 06/01 79 jiwa. Selain itu terdapat 1 titik di Kelurahan Duri Kosambi di Masjid Majlis Al-Falah sebanyak 100 jiwa.

Titik pengungsian terakhir di wilayah Jakarta Utara. Terdapat di Gang Masjid Nurul Jannah RW.02 Kelurahan Kapuk Muara sebanyak 97 jiwa.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat wilayah terdampak sebanyak 20 kelurahan di 6 kecamatan. Sedikitnya 585 kepala keluarga (KK) atau 1.623 jiwa dan 14 ruas jalan terdampak,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang diterima datateks pada Minggu (25/1/2026).

Beberapa Titik Banjir Telah Surut

Kondisi terkini pada Minggu pagi atau pukul 09.00 WIB, beberapa titik banjir telah surut antara lain 2 RT di Kelurahan Cililitan, 1 RT di Kembangan Selatan dan 2 RT di Kembangan Utara. Sementara 13 RT di Jakarta Timur dan 1 RT Jakarta Utara masih tergenang banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 80 sentimeter. Terpantau paling tinggi di wilayah Kelurahan Kampung Melayu dengan TMA 80 sentimeter dikarenakan luapan Sungai Ciliwung.

Kondisi banjir di Jalan Merah Delima, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)
Kondisi banjir di Jalan Merah Delima, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. (Foto: Dok. BPBD DKI Jakarta)

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.

Pemerintah juga memastikan kebutuhan para pengungsi tercukupi dengan menyiapkan kebutuhan dasar baik permakanan, pakaian, sanitasi dan kebutuhan dasar lainnya selama di lokasi pengungsian.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus memantau kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah di tanah air. Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” Muhari memaparkan.

Muhari menambahkan, perlu diwaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Serta, Jawa Tengah, Nusa Tengggara Timur (NTT), Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.

Masyarakat juga diimbau memperhatikan langkah-langkah keselamatan apabila terjadi genangan atau kenaikan permukaan air. “Segera matikan aliran listrik, pantau pembaruan informasi dari sumber resmi, dan ikuti instruksi pihak berwenang untuk evakuasi jika diperlukan,” Abdul Muhari memungkasi. (DTT)